Hampir Meninggal saat Mendaki Gunung, Pesan Trio Wijaya: Safety First

Rahma Sari ยท Minggu, 15 April 2018 - 22:35 WIB
Hampir Meninggal saat Mendaki Gunung, Pesan Trio Wijaya: Safety First

Trio Wijaya ceita pengalaman saat mendaki Gunung Sinabung. (Foto: iNews.id/Riyandi Aristyo)

JAKARTA, iNews.id - Musisi jebolan Rising Star asal Asahan, Trio Wijaya hampir meninggal saat mendaki gunung untuk pertama kali. Pasalnya, Trio bersama kakaknya mendaki Gunung Sinabung dan lupa membawa tenda.

Trio mengira kakaknya yang membawa tenda. Sementara sang kakak juga mengira Trio yang akan membawa.

Saat mengetahui tak satu pun di antara mereka membawa tenda, mereka tetap nekat untuk mendaki.

"Udah berangkat saja. Cuma modal terpal hitam," kata Trio Wijaya mengenang peristiwa itu saat saat mengunjungi iNews.id, Gedung iNews Center, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Trio mulai mendaki pukul 23.00 WIB. Mereka berencana melihat matahari terbit.

sampai di puncak hujan turun sangat deras. Udara pun semakin dingin. Setelah hujan reda, mereka menghangatkan tubuh dengan membuat api dan saling berpelukan.

"Sampai di atas kehujanan kita. kayaknya, hampir lewat (meninggal). Dingin banget, hujan di puncak. Kita bakar api, peluk-pelukan saja di atas. Masing-masing sudah pucat, dinginnya parah," kata Trio.

Tak kuat dengan udara dingin di luar, mereka pun ikut bergabung di tenda pendaki lainnya. Enaknya saat mendaki adalah sikap saling berbagi para pendaki. Meski tidak kenal, mereka sangat ramah dan mau saling membantu.

"Kita sampai ke tempat yang ngecamp nebeng-nebeng, berpencar. Itu enaknya kalau hiking, pertemanannya enak. Sama-sama hiker, ya udah nebeng saja. Padahal enggak kenal kita," katanya.

Menurut Trio, mendaki gunung harus memiliki persiapan, baik peralatan, logistik, fisik, maupun mental. Para pendaki harus benar-benar mempersiapkan semua hal karena keselamatan nyawa paling penting.

Trio berpesan untuk tidak mengikuti langkah salah seperti dirinya.

"Safety first, bahaya soalnya di atas itu. Enggak tahu cuaca gimana, bahaya kalau di atas sampai hujan. Enggak ada persiapan, nyawa taruhannya," ujarnya.


Editor : Tuty Ocktaviany