Heboh Ditemukan Arca Kuno Majapahit di Tengah Hutan, Kerap Didatangi Ayam Jago Putih
JAKARTA, iNews.id - Peninggalan benda bersejarah dari Kerajaan Majapahit selalu menarik untuk ditelusuri. Salah satu peninggalan yang saat ini sedang viral adalah ditemukan penampakan arca kuno di Kecamatan Pacet, Jawa Timur.
Keunikan dari arca yang sudah rusak ini adalah kerap didatangi ayam jago berwarna putih.
Lantas, seperti apa penampakan arca kuno yang dijaga oleh ayam jago ini? Berikut ulasannya dirangkum melalui Channel YouTube Kubo Brono, Rabu (9/2/2022).
Situs arca kuno yang hancur ini adalah peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang berada di hutan wilayah Desa Kuripan Sari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
"Saya masih berada di Pacet. Ini di wilayah situs pertapaan Raden Wijaya. Jadi berada di tengah hutan dan pegunungan," ujar pemilik akun YouTube Kuno Brono.

Dalam perjalanannya menuju situs kuno tersebut, dia harus melewati tangga yang terbuat dari batu andesit atau batuan candi. Kali ini dia akan me-review situs batuan arca yang sudah tidak utuh.
"Di sini, tempatnya asri, tanamannya juga segar. Apalagi habis hujan hawanya dingin. Ada tanaman serut untuk dibuat bonsai. Hawanya juga sangat sejuk," kata dia.
Setelah sampai di tempat situs tersebut, terdapat berjejer arca yang sudah rusak atau terpotong-potong. Entah dirusak atau rusak sendiri. Terlihat batu arca dan andesit berjajar di bawah pendopo. Menariknya, arca kuno ini kerap didatangi ayam jago berwarna putih.

"Di sini ada ayam jago putih juga. Jika dilihat lebih detail, ada batu lumpang peninggalan nenek moyang. Ada juga kepala arca yang kepalanya sudah hilang dan hancur. Tangan dan kaki arca juga tidak ada. Ini adalah arca dewa zaman dulu," kata dia.
Selain itu, ditemukan pula batu ramalan yang berdekatan dengan batu lumpang bolong. "Mungkin dulu untuk menumbuk jagung batu lumpang ini. Situs ini berada di gunung. Sayangnya sudah rusak. Keunikan lainnya di situs ini ada satu kepala singa juga," kata dia.
Bagaimana, penasaran ingin singgah melihat situs-situs kuno ini?
Editor: Vien Dimyati