Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Liburan Mewah Namun Tetap Hemat, Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Advertisement . Scroll to see content

Hotel Kapsul Indonesia Mulai Bidik Jepang, Ini Alasannya!

Kamis, 01 Oktober 2026 - 14:12:00 WIB
Hotel Kapsul Indonesia Mulai Bidik Jepang, Ini Alasannya!
Ilustrasi hotel kapsul. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang lekat dengan konsep hotel kapsul. Kini, konsep serupa yang berkembang di Indonesia mulai melihat peluang untuk masuk ke pasar Negeri Sakura.

Peluang tersebut tengah dijajaki perusahaan akomodasi asal Indonesia melalui jaringan mitra lokal di Jepang. Langkah awalnya bukan langsung membangun properti, melainkan mempelajari karakter pasar, mencari lokasi yang sesuai, serta melihat model operasional yang memungkinkan untuk diterapkan.

Perusahaan yang dimaksud adalah Bobobox yang masuk jajaran 23 perusahaan asia terpilih dalam TSE Asia Startup Hub 2026. Program dari Tokyo Stock Exchange tersebut mempertemukan perusahaan-perusahaan Asia dengan jaringan mitra bisnis di Jepang.

Bagi perusahaan akomodasi, penjajakan pasar Jepang bukan sekadar upaya memperluas bisnis. Ada pula kesempatan untuk melihat langsung standar hospitality di negara tersebut dan mempelajari kebiasaan wisatawan setempat.

"Kami ingin membangun bisnis di Jepang secara bertahap, dimulai dari konsep dan lokasi yang tepat sebelum berkembang lebih jauh," ujar Co-Founder dan CEO Bobobox, Indra Gunawan dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (1/10/2026).

Bukan Sekadar Membawa Konsep Hotel Kapsul

Masuk ke Jepang tentu memiliki tantangan tersendiri. Hotel kapsul justru sudah menjadi bagian dari lanskap akomodasi di negara tersebut, sehingga konsep yang dibawa dari Indonesia perlu disesuaikan dengan karakter pasar lokal.

Karena itu, calon mitra di Jepang akan memiliki peran dalam proses penjajakan. Pembahasan tidak hanya menyangkut lokasi, tetapi juga konsep dan model operasional yang dinilai sesuai dengan kebutuhan pasar.

Di Indonesia, pengalaman tersebut dibangun melalui dua jenis akomodasi. Bobopod menawarkan konsep ruang menginap berbentuk kapsul di kawasan perkotaan, sementara Bobocabin mengusung pengalaman bermalam di tengah alam dengan fasilitas modern.

Pengalaman mengembangkan keduanya menjadi bekal untuk melihat kemungkinan membawa model bisnis tersebut ke luar Indonesia.

Namun, ada hal lain yang ingin dipelajari dari pasar Jepang, yakni standar pelayanan hospitality.

"Melalui program ini, kami akan membangun kemitraan untuk membuka jalan ke pasar Jepang sekaligus belajar dari standar hospitality di sana untuk meningkatkan kualitas pengalaman tamu kami," kata Indra.

Dengan pendekatan tersebut, ekspansi tidak semata-mata dipandang sebagai upaya membuka tempat menginap baru. Ada proses adaptasi yang perlu dilakukan agar konsep yang telah dikembangkan di Indonesia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan bisnis dan karakter wisatawan Jepang.

Dimulai dari Proyek Percontohan

Rencana pengembangan di Jepang juga tidak akan dilakukan secara terburu-buru. Konsep dan lokasi akan lebih dulu dikaji sebelum masuk ke kemungkinan proyek percontohan.

Tahapan tersebut penting karena keberhasilan sebuah konsep akomodasi di satu negara tidak otomatis membuatnya dapat diterapkan dengan cara yang sama di negara lain.

Melalui TSE Asia Startup Hub 2026, jaringan yang tersedia akan dimanfaatkan untuk membuka pembicaraan dengan calon mitra mengenai berbagai kemungkinan, mulai dari konsep hingga model pengoperasian.

Program tersebut tahun ini mencakup 23 perusahaan dari 10 negara dan wilayah. Bobobox menjadi salah satu dari tujuh perusahaan baru yang terpilih dan merupakan perusahaan Indonesia kedua yang mengikuti program tersebut sejak diluncurkan pada 2024.

Untuk jangka panjang, terdapat pula aspirasi untuk melantai di Tokyo Stock Exchange. Namun, sebelum sampai ke tahap tersebut, fokus terdekat adalah memahami pasar Jepang dan membangun fondasi kerja sama.

"Kami berharap program ini dapat membantu kami memahami apa yang perlu dipersiapkan untuk menuju ke sana," ujar Indra.

Jika rencana tersebut berkembang lebih jauh, perjalanan hotel kapsul asal Indonesia ke Jepang bukan hanya soal membuka destinasi menginap baru. Langkah itu juga menjadi ujian apakah konsep hospitality yang tumbuh di Indonesia mampu menemukan bentuk yang sesuai di pasar Jepang.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut