IBEF 2019, Ajang Menggaet Wisman lewat Destinasi MICE
Sebenarnya angka-angka tersebut masih bisa diperbesar kembali. Sebab, masih banyak sekali area-area yang dapat dimaksimalkan, dikolaborasikan dan fokus terhadap MICE. Penyelenggaraan event IMF-World Bank Forum yang berlangsung tahun lalu di Bali, dapat menjadi pelajaran betapa dampak ekonomi dari event tersebut sangat besar.
Hasil kajian Bappenas, Bank Indonesia dan beberapa kementerian lain, total dampak langsung atas penyelenggaraan IMF terhadap ekonomi di Bali mencapai Rp5,492 triliun. Angka ini didapat dari Rp3,05 triliun, investasi infrastruktur, kemudian Rp582 miliar, pengeluaran peserta atau delegasi IMF World Bank Forum.
“Jadi MICE ini pun dapat sekaligus mendorong perbaikan lingkungan, layanan dan aksesbilitas di suatu daerah. Semakin banyak event internasional, maka pemerintah akan habis-habisan dalam investasi untuk membangun infrastrukturnya. Contohnya, pada 2021 kita akan menyelenggarakan event MotoGP di Mandalika, Artinya, ada sarana infrastruktur dan MICE yang akan dilengkapi,” ujar Teguh Sambodo.
Berkaca pada data tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Mohammad Arifin Sudjayana menjelaskan, betapa Jabar berhasrat untuk mengembangkan industri MICE di Tanah Parahyangan. Dan Provinsi Jawa Barat kembali berusaha merealisasikan hasrat tersebut dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan jumlah penduduk yang mencapai 48 juta orang sudah barang tentu akan menjadi pangsa pasar yang menggiurkan. Kemudian laju pertumbuhan ekonominya mencapai 5,17 persen, 60 persen industri manufaktur ada di Jabar, 7,09 persen jumlah kunjungan wisman, terdapat 77 jalan Tol, Bandara Internasional, diyakini dapat menarik minat para investor.