Ide Wisata Alam di Bogor, Asyiknya ke Curug Lontar Peninggalan Belanda
Debit air Curug Lontar cukup deras, sehingga menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kracak sejak zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1926.
Di bawah kucuran penampungan curug terdapat kubangan yang luas, sekitar 7.000 meter persegi. Kedalamannya mencapai sekitar 26 meter.
Karena itu, disarankan untuk tidak berenang. Bahkan di pinggirannya sekali pun. Sangat berbahaya. Sering terjadi banjir bandang bila debit air naik di hulu sungai (Halimun-Salak).
Jika Anda ingin berkunjung ke Curug Lontar, bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Perjalanan bisa mulai dari kota menuju langsung Leuwiliang. Setelah melewati Jembatan Sungai Cianten, dilanjutkan menuju PLTA unit Kracak. Jaraknya sekitar 7 km.
Jika menggunakan kendaraan umum, dari Stasiun Bogor bisa menggunakan angkot 02 atau 03 ke Bubulak. Kemudian, dilanjutkan angkot 05 Jasinga-Leuwiliang. Seterusnya, berhenti di pertigaan Kracak dan gunakan angkot 57 Kracak-Puraseda.
Jalan menuju Curug Lontar lumayan sulit. Anda bisa meminta bantuan warga sekitar. Jalan setapak yang licin dan curam akan menjadi drama selama di sepanjang perjalanan. Ditambah, minimnya fasilitas yang tersedia.
Sepanjang jalan menuju Curug Lontar, akan ditemui dua air terjun yang berketinggian rendah. Kedua curug tersebut terlihat tersembunyi di antara kerimbunan pohon. Curug Lontar belum memberlakukan harga tiket masuk. Bagaimana, tertarik menjelalahi Curug Lontar?
Editor: Vien Dimyati