Incar Wisman di Perbatasan, Atambua Kembangkan Cross Border Tourism
"Sekali kita di sini lebih lengkap, maka orang Timor Leste akan selalu belanja di sini. Saya yakin di sini juga bisa jadi atraksi wisata untuk akhir pekan. Tidak hanya dari Timor Leste tapi juga dari Belu. Semakin banyak crowd yang datang dari dua negara maka akan semakin bagus. Jadikanlah pasar itu hidup di sini, dan itu akan menjadi daya tarik tersendiri untuk tetangga sebelah," kata Menpar Arief Yahya.
Di hari kedua, Jumat 5 Oktober 2018, Menpar Arief Yahya akan menghadiri festival Fulan Fehan serta mengunjungi Pantai Pasir Putih Desa Kenebibi. Di Pantai Pasir Putih ini, Menpar akan meresmikan Destinasi Digital dan pembukaan Festival Wonderful Indonesia. Pasar ini akan menjadi pasar digital ke-24 yang didirikan Generasi Pesona Indonesia (GenPI) setelah sebelumnya Menpar meresmikan pasar digital Pasar Berbatik Cikadu di Pandeglang, Banten.
Menpar juga tidak terlalu khawatir untuk amenitas. Dengan konsep Nomadic Tourism yang terus digalakkan, maka hal-hal penting dalam menjaring wisatawan sudah dapat teratasi. "Yang paling bagus adalah nomadic tourism. Nomor satu adalah karavan, kedua kemah. Pilihlah spot-spot terindah di Belu untuk menjadi lokasi. Atau juga homepod. Intinya adalah buat amenitas yang mudah untuk berpindah-pindah dan tidak harus mahal. Silakan buat dan nanti akan kita undang investor untuk mengembangkan nomadic tourism disini," kata Menpar Arief Yahya.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, di pekan ini memang ada banyak kegiatan yang didukung Kemenpar. Mulai dari festival Konser Musik Cross Border Atambua 4-5 Oktober dan Festival Wonderful Indonesia 4-5 Oktober dan Festival Fulan Fehan yang masuk dalam top 100 Calender of Event Kemenpar yang akan digelar pada 6 Oktober 2018. "Festival Crossboder Atambua 2018 adalah agenda tahunan Kemenpar yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTT dan Dinas Pariwisata Kabupaten Belu," ujar Giri Adnyani.
Editor: Vien Dimyati