Ini Strategi Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Jadikan Pariwisata sebagai Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia
Sebagaimana diketahui, Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan badan pemerintahan. Seperti Kementerian PUPR, Perhubungan, Kemendikbud, BNPB hingga Kapolri. Koordinasi tersebut dimaksudkan agar visi misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia bisa disokong oleh banyak pihak.
Ada lima destinasi wisata super prioritas yang terus dikembangkan Kemenparekraf, yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan Likupang. Dari lima destinasi tersebut ditargetkan tambahan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar enam juta.
Rinciannya, Danau Toba satu juta wisman, Borobudur dan Mandalika masing-masing dua juta wisman, sementara Labuan Bajo dan Likupang masing-masing 500 ribu wisman.
Tambahan enam juta kunjungan wisman akan memberikan tambahan devisa sekitar 7,3 miliar dolar AS. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar 1.220 dolar AS per kunjungan.
Tercatat, kunjungan wisman ke Indonesia naik signifikan sepanjang 2015-2017. Pada 2015 sebanyak 10,41 juta, tahun 2016 menjadi 12,01 juta dan tahun 2017 naik jadi 14,04 juta.