ISTA 2019, Apresiasi bagi Pelaku Wisata yang Sukses Terapkan Sustainable Tourism

Vien Dimyati ยท Jumat, 27 September 2019 - 23:22 WIB
ISTA 2019, Apresiasi bagi Pelaku Wisata yang Sukses Terapkan Sustainable Tourism

Ajang ISTA 2019 memberikan apresiasi bagi pelaku wisata. (Foto: Kemenpar)

JAKARTA, iNews.id - Belakangan ini, pariwisata Indonesia menerapkan konsep Sustainable Tourism atau pariwisata berkelanjutan. Tujuannya mengembangkan pariwisata sekaligus memerhatikan lingkungan.

Untuk mengusung konsep ini, pelaku usaha diminta untuk menerapkan Sustainable Tourism di setiap destinasi daerah. Bahkan, banyak dari mereka mendapat penghargaan. Salah satunya, penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para penerima anugerah Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 untuk turut aktif terlibat dalam pengembangan wisata berkelanjutan di Tanah Air.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sebagai tindak lanjut pelaksanaan ajang ISTA, para pemenangnya akan dilibatkan pada pengembangan wisata berkelanjutan.

"Apa yang hanya bisa dipandang, lebih mahal daripada apa yang bisa dibeli. Misalnya, harga sawah yang dijadikan destinasi wisata lebih mahal dibanding sawah yang dijual," ujar Menpar Arief Yahya, saat menghadiri Malam Penganugerahan ISTA dan Apresiasi Kelompok Sadar Wisata dan Pendampingan Desa Wisata oleh Perguruan Tinggi di Ballroom the Ritz-Carlton Jakarta, Kamis 26 September 2019.

Malam Penganugerahan ISTA merupakan selebrasi pariwisata berkelanjutan di Indonesia yang betujuan untuk sosial pemahaman pariwisata berkelanjutan.

Perkembangan pariwisata Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah mendapat perhatian dan pengakuan dunia. "Pariwisata telah ditetapkan sebagai sektor unggulan pembangunan. Hal ini bisa dilihat bahwa Presiden Joko Widodo berkesempatan hadir pada semua destinasi yang ditetapkan sebagai destinasi super prioritas," kata Menpar dalam sambutannya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar selaku Ketua Pelaksana Kegiatan ISTA 2019 Dadang Rizky Ratman mengatakan, pariwisata Indonesia sangat kuat dalam bidang kekayaan alam dan keragaman budaya. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk membenahi beberapa bidang, di antaranya bidang pariwisata berkelanjutan, serta bidang kesehatan.

"Untuk itu, ISTA hadir. Yakni, untuk mendorong pengembangan pariwisata yang memerhatikan lingkungan hidup di sekitar destinasi wisata," kata Dadang.

Pengembangan destinasi wisata sudah wajib menggunakan konsep pariwisata berkelanjutan. "Dalam pembangunan resor misalnya, harus memerhatikan pembangunan lingkungan dan masyarakat sekitar," kata Dadang.

Dalam acara yang sama, Kemenpar juga memberikan apresiasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berupa penghargaan sebagai penggerak/motivator masyarakat di wilayahnya masing-masing dalam mewujudkan Sapta Pesona.

Ada yang berbeda pada penyelenggaraan ISTA 2019 ini. Rangkaian acara memuat tiga rangkaian utama yakni ISTA Forum, ISTA Mart dan ISTA Awards 2019.

"ISTAMart sendiri merupakan event yang berguna sebagai wadah promosi dan pemasaran destinasi-destinasi pariwisata yang telah mengimplementasikan konsep pariwisata berkelanjutan. Transaksi dalam ISTAMart dapat berupa business-to-business (B2B) dan/atau business-to-consumer (B2C),” ujar Valerina Daniel, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Sementara itu, ISTA Forum merupakan forum diskusi yang menghadirkan pembicara internasional dan nasional (ahli di bidang sustainable tourism dan marketing) yang membahas peluang kerja sama dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Ketua Indonesia Sustainable Tourism Council, I Gede Ardike mengatakan, para pemenang ISTA dapat didorong untuk mengikuti sertifikasi serta secara resmi dapat dipertanggungjawabkan, bahwa destinasi terkait telah menerapkan konsep pembangunan kepariwisataan berkelanjutan.

Dalam malam penganugerahan ISTA 2019 juga terselenggara Penandatanganan MoU Kerjasama Penelitian untuk Pariwisata Berkelanjutan antara Monash University dan UGM di STO Borobudur disaksikan oleh Menteri Pariwisata, Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.

Adapun para penerima penghargaan ISTA 2019 terbagi dalam beberapa kategori yaitu:

Kategori Tata Kelola Destinasi:

  1. Geowisata Piaynemo - Green Gold
  2. Wisata Grand Watu Dodol - Green Silver
  3. Wisata Alam Green Canyon (Cukang Taneuh) - Green Bronze
  4. Desa Wisata Cibuntu - Green
  5. Desa Wisata Koja Doi - Green

Kategori Pemanfaatan Ekonomi Untuk Masyarakat Lokal:

  1. Siladen Resort and Spa - Green Gold
  2. Desa Wisata Kereng Bangkirai - Green Silver
  3. Desa Wisata “Boonpring” Sanankerto - Green Bronze
  4. Alam Asri Jelenga - Green

Kategori Pelestarian Budaya:

  1. Kampung Naga - Green Gold
  2. Wisata Alam Watu Rumpuk dan Pendakian Tapak Bima - Green Silver
  3. Museum Pasifika - Green Bronze
  4. Dusun Bambu - Green

Kategori Pelestarian Lingkungan:

  1. Bukit Peramun - Green Gold
  2. Desa Wisata Sesaot - Green Silver
  3. Kampung Wisata Saporkren Forest Park - Green Bronze
  4. Sebangau Koran River - Green Bronze
  5. Desa Wisata Kertosari - Green.

Editor : Tuty Ocktaviany