Jelajahi Keindahan Bulukumba Makassar, Pantainya Berpasir Putih Terkenal Eksotis

Vien Dimyati ยท Minggu, 15 September 2019 - 09:40 WIB
Jelajahi Keindahan Bulukumba Makassar, Pantainya Berpasir Putih Terkenal Eksotis

Keindahan Bulukumba (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Berjuluk Butta Panrita Lopi, kabupaten yang berada sekitar 153 km dari Makassar ini kaya dengan potensi wisata alam. Mulai dari keindahan bahari, sejarah dan budaya, agro maupun religi mampu memikat wisatawan.

Terletak di ujung selatan Provinsi Sulawesi Selatan, Bulukumba memiliki dataran tinggi di kaki Gunung Bawakaraeng, Lompobattang, dataran rendah, pantai dan laut lepas.

Kabupaten yang terkenal dengan industri perahu pinisi yang legendaris ini juga memiliki deretan wisata Bahari yang seakan tak ada habisnya. Pantai-pantainya begitu eksotik dan indah.

Ada Pantai Pasir Putih Bira di Kecamatan Bontobahari, Pantai Pasir Putih Bara, Pulau Liukang, dan Pulau Kambing. Ada juga Tebing Apparalang. Tempat ini cocok untuk Anda yang suka panorama pantai dan tebing, serta menikmati sensasi cliff jumping dari ketinggian kurang lebih 12-20 meter.

Selain pesona wisata alam, Bulukumba memiliki beragam kuliner khas. Salah satunya Coto Kuda. Masakan ini mirip dengan Coto Makassar, tetapi menggunakan daging kuda yang sedikit lebih keras dari daging sapi. Rasanya gurih dan lebih 'nendang' dari Coto Makassar.

Ada juga kue Uhu-Uhu, camilan berbahan tepung yang dibentuk jaring-jaring, lalu digoreng dan dilumuri gula merah. Rasanya manis dan renyah, cocok untuk oleh-oleh.

Bagi pencinta bubur, harus mencicipi Barobo. Bubur dengan bahan dasar jagung yang enak dimakan dengan lauk ikan asin, kacang, dan berbagai sayuran. Barobo menjadi makanan khas masyarakat Bulukumba.

"Nah, mau lihat pesona Bulukumba yang selalu memikat traveler? Tonton video ini sampai habis, dan sempatkan mampir ke Festival Pinisi 2019, ya!" tulis Instagram @pesonaid_travel, dikutip Minggu (15/9/2019).

Nama Bulukumba konon berasal dari bahasa Bugis yaitu Bulu, Ku dan Mupa. Dalam bahasa Indonesia berarti, masih gunung milik saya atau tetap gunung milik saya.

Mitos tentang Bulukumba muncul sekitar abad 17 Masehi, ketika terjadi perang saudara antara dua kerajaan besar di Sulawesi, Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone.

Di pesisir pantai bernama Tana Kongkong, utusan Raja Gowa dan Raja Bone bertemu. Mereka berunding secara damai dan menetapkan batas wilayah pengaruh kerajaan masing-masing.

Bangkeng Buki' yang berarti kaki bukit, merupakan barisan lereng bukit dari Gunung Lompobattang, diklaim pihak Kerajaan Gowa sebagai batas wilayah kekuasaannya, mulai dari Kindang sampai ke wilayah bagian timur.

Namun, pihak Kerajaan Bone berkeras mempertahankan Bangkeng Buki' sebagai wilayah kekuasaannya mulai dari barat sampai ke selatan. Dari peristiwa itu, kemudian tercetus kalimat dalam bahasa Bugis "Bulu'kumupa" yang kemudian pada tingkatan dialek tertentu mengalami perubahan proses bunyi menjadi Bulukumba.

Editor : Vien Dimyati