Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BRI Luncurkan Creator Fest 2025, Siapkan Wadah Kreativitas Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Kembangkan Kreativitas di Masa Pandemi, Storytelling dan Menyanyi Paling Diminati

Jumat, 11 Juni 2021 - 20:48:00 WIB
Kembangkan Kreativitas di Masa Pandemi, Storytelling dan Menyanyi Paling Diminati
Mengasah kreativitas di masa pandemi (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, berbagai aktivitas di luar rumah terpaksa ditiadakan. Tujuannya untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona. 

Meski kegiatan di luar rumah tidak dapat dilakukan, para remaja tidak boleh berhenti berkreasi. Mereka dapat berkreasi dengan cara berbeda di dalam rumah. 

Salah satunya mengasah bakat agar semakin kreatif, seperti storytelling dan menyanyi yang diminati remaja. Cara ini juga dapat menjaga kesehatan mental para remaja.
 
Direktur Sales & Marketing PT Yupi Indo Jelly Gum, Juliwati Husman mengatakan, adaptasi terhadap perubahan gaya hidup, kebiasaan dan protokol kesehatan yang ketat dalam bersosialisasi bagi para remaja menjadi tantangan yang harus disikapi secara positif.

Kondisi ini menjadi perhatian yang harus diberikan kepada remaja untuk tetap berkembang di masa pandemi. Remaja perlu wadah untuk menampung semua bakat yang dimiliki.

"Yupi's Got Talent merupakan salah satu wadah yang bisa dimanfaatkan remaja menyalurkan rasa percaya diri dan sikap optimisme dalam menyikapi hal-hal yang ada di sekitar mereka terutama di masa pandemi," kata Juliwati Husman, melalui keterangan virtualnya belum lama ini.

Menurut dia, Yupi mengajak para remaja untuk memahami bagaimana dampak positif jika bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Lewat ajang ini, para remaja dapat berkompetisi secara positif untuk lebih berprestasi.

Sementara itu, Psikolog Yasinta Indriati mengatakan, ditutupnya sekolah dan dibatalkannya berbagai aktivitas penting akibat dampak pandemi membuat banyak remaja kehilangan beberapa momen besar di kehidupan mereka. Terutama momen keseharian seperti mengobrol dengan teman dan berpartisipasi di sekolahnya.

Menurutnya, dibutuhkan aktivitas yang bertujuan memberikan kesempatan bagi remaja yang memiliki talenta positif di bidang seni yakni menyanyi, menari dan lainnya seperti story telling, gymnastic dan bermain music.

"Pandemi bisa mengganggu psikologi anak  banyak orang merindukan satu kondisi yang bahagia. Sebab sebagian orang merasa depresi, cemas, takut, dan pasti hal tersebut dialami oleh remaja. Maka itu, dengan mengasah kreativitas, justru membuat generasi muda tidak digital fatique. Memanfaatkan media digital untuk berkreasi,” kata Yasinta.

Dia menambahkan, remaja butuh bersosialisasi, berkelompok, dan lainnya untuk mendukung perkembangannya. Mereka memiliki banyak energi yang harus disalurkan.

"Jika mereka menuangkan bakatnya, ini bisa menjadi inspirasi bagi remaja lainnya," kata Yasinta.

Juliwati Husman menambahkan, kegiatan ini dikemas dalam platform digital. Para remaja tetap dapat menjalin komunikasi dengan teman-teman mereka tanpa tatap muka, berbagi cerita dan bisa melampiaskan apa yang dirasakannya. Dengan begitu, kejenuhan remaja saat pandemi bisa terlepaskan.

“Kami percaya sangat penting adanya wadah untuk para remaja dalam menyalurkan rasa percaya diri dan sikap optimisme mereka dalam menyikapi hal-hal yang ada di sekitar, terutama di masa pandemi ini," katanya.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut