Keren, Ini Buktinya Bali Lebih Instagramable dari Paris

“Sebanyak 71 persen perjalanan liburan kebanyakan ke Asia, seperti Indonesia, Jepang, dan Singapura. Asia memang dominan sebagai destinasi paling digemari untuk berfoto sambil liburan. Lebih spesifik lagi, mereka memang lebih memilih Bali dari kota lainnya di Asia,” ujar Dian.
Menurut Dian, generasi milenial sebanyak 88 persen suka memilih outdoor sebagai spot favorit untuk berfoto. Biar terlihat gaul, sebanyak 68 persen mereka pilih kota sebagai background. Untuk aksi dan pose, sebanyak 90 persen dihabiskan di landmark kota, lalu sisanya di taman. Selain kota, generasi milenial tetap melirik alam dengan persentase 32 persen. Sedangkan untuk berada di alam, seperti pantai dipilih sebagai favorit sebanyak 83 persen. Persentase sisanya tersebar merata di dataran tinggi, danau, dataran rendah, juga hutan.
“Generasi milenial lebih suka berpose di luar ruangan, terutama di landmark-landmark kota destinasi. Mengacu fakta ini, wajar kalau milenial lebih menyukai Bali. Sebab, Bali banyak memiliki landmark yang keren-keren. Semua spot ada di sana, sangat lengkap. Pilihannya juga banyak, mulai dari suasana kota sampai pantai yang bagus-bagus. Mereka bisa berpose dengan bebas di sana,” tutur Dian lagi.

Beragam pose unik dilakukan para milenal agar mendapat banyak simpati. Bila dikelompokan, sebanyak 79 persen suka memilih pose tanpa memeluk. Dari persentase tersebut, mayoritas memilih free style sebanyak 35 persen, kontak tangan sebanyak 33 persen, dan merangkul pasangan sebanyak 32 persen.
Dian menjelaskan, para milenial juga tidak ribet dalam hal pemilihan kostum dan juga tata riasan wajah. Para pengguna Frame A Trip ternyata lebih suka berfoto dengan menggunakan pakaian casual sebanyak 85 persen. Mereka suka terkesan santai dengan make-up tipis sebanyak 69 persen.
“Para milenial mungkin menyukai sesuatu yang simpel, tapi mengena. Mereka lebih suka tampil casual dengan make-up tipis. Mungkin agar terlihat tetap fresh di kamera. Memang, dari mayoritas pengguna Frame A Trip, mayoritasnya adalah wanita. Jumlahnya sampai 86 persen. Khusus untuk pakaian, sebenarnya mereka ada juga yang suka bereksperimen,” jelas Dian.
“Indonesia, khususnya Bali, memang banyak memiliki spot bagus untuk berfoto. Di sini, nuansanya lebih indah,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti.

Menurutnya, Nusantara menyediakan banyak spot untuk mengakomodir kebutuhan para milenial. Kemenpar bahkan sudah menyiapkan konsep destinasi digital untuk wisatawan yang gemar swafoto. Konsep destinasi ini bisa dilihat di Pasar Karetan (Semarang), Pasar Pancingan (Lombok), Pasar Mangrove (Batam), Pasar Siti Nurbaya (Padang), Pasar Baba Boentjit (Palembang), Pasar Tahura (Lampung) juga Pasar Kaki Langit di Yogyakarta. Bukan hanya background yang instagramable, jaringan koneksi internetnya pun bagus.
"Bali atau Indonesia lebih dipilih untuk destinasi foto, tentu bagus untuk semua elemen. Pemerintah pun terus menyiapkan beragam sarana pendukungnya. Tempatnya bukan hanya instagramable, tapi soal internet juga harus ditingkatkan kemampuannya. Jadi para milenial ini bisa langsung memposting foto-fotonya saat berada di suatu destinasi. Kalau puas, mereka pasti akan kembali lagi,” tutur Menteri Pariwisata Arief Yahya.
Editor: Vien Dimyati