Kisah Nadine Chandrawinata Selami Keindahan Bawah Laut Indonesia hingga Berenang Bareng Hiu

Siska Permata Sari ยท Selasa, 26 November 2019 - 19:55 WIB
Kisah Nadine Chandrawinata Selami Keindahan Bawah Laut Indonesia hingga Berenang Bareng Hiu

Nadine Chandrawinata sangat terpesona oleh keindahan bawah laut. (Foto: iNews.id/Siska Permata Sari)

JAKARTA, iNews.id - Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa artis sekaligus aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata sangat terpesona oleh keindahan bawah laut. Nadine sangat sering membagikan momen-momennya saat menyelam bersama satwa-satwa laut.

Bahkan dalam satu waktu, istri Dimas Anggara tersebut bertemu dengan hiu sirip hitam saat menyelam di lautan Raja Ampat, Papua. Oleh sebab itu, Nadine bertekad untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan membatasi penggunaan plastik yang akhirnya dapat melukai biota-biota laut.

"Saya pernah snorkeling di Misool Raja Ampat, lalu tiba-tiba melihat ada hiu,  blacktip shark, wah seru banget. Lalu saya juga pernah menyelam dan ketemu oceanic manta (ikan pari manta), binatang itu sangat elegan, seperti UFO di bawah laut," tutur Nadine di acara talkshow Talk Inc Rayakan Ulang Tahun ke-12 dengan Meningkatkan Kepedulian Lingkungan di Galeri Indonesia Kaya (GIK), Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Tak hanya bertemu binatang-binatang laut yang indah dan langka, Nadine juga pernah menyelam hingga 20-25 meter di bawah laut dan menemukan koral Salvador Dali yang sangat terkenal di lautan Gorontalo.

"Dulu kalau mau lihat Salvador Dali bisa di kedalaman sekitar 10 meter, sekarang ini 20-25 meter," tutur perempuan berdarah Jerman tersebut di kesempatan yang sama.

Dia juga menyinggung jumlah sampah plastik di Indonesia yang berada di urutan nomor dua di dunia, setelah Tiongkok. Dengan populasi 271.712.425, Indonesia menyumbang sampah plastik sebesar 1,29 juta ton per tahun.

Sementara itu di bawah Indonesia ada Filipina dengan pembuangan sampah plastik mencapai 0,75 juta ton per tahun.

"Akibatnya, binatang-binatang laut juga terimbas, tumbuh-tumbuhan laut juga. Kita memang penghancur, kita memang serakah, tapi kita juga sebenarnya bisa menjadi penyelamat," kata Nadine.

Di antaranya dengan membatasi penggunaan plastik sekali pakai di kesehariannya. Mengganti botol minuman plastik dengan tumbler, mengganti kantong plastik dengan tas kain, menghindari pemakaian sedotan plastik, dan penggunaaan alat makan berbahan plastik.


Editor : Tuty Ocktaviany