Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Anak Krakatau Semakin Diperketat Imbas Puluhan Wisatawan Terobos Bahaya demi Selfie!
Advertisement . Scroll to see content

Kunjungan Wisatawan Nusantara Tembus 842 Juta Orang 

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:52:00 WIB
Kunjungan Wisatawan Nusantara Tembus 842 Juta Orang 
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari-Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan, tumbuh 4,29 persen dibandingkan periode yang sama. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat peningkatan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga Agustus 2026. Tren positif ini menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata melalui berbagai agenda, termasuk Prambanan Shiva Festival 2027.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengungkapkan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari-Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan, tumbuh 4,29 persen dibandingkan periode yang sama. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen.

Hal tersebut disampaikan Ni Luh Puspa dalam peluncuran Prambanan Shiva Festival 2027 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

“Dari Januari hingga Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta atau tumbuh 4,29 persen. Wisatawan mancanegara kita sudah mencatatkan 10,58 juta kunjungan atau tumbuh 5,38 persen,” ujar Ni Luh Puspa.

Selain pertumbuhan kunjungan wisatawan, Kemenpar melihat India sebagai salah satu pasar potensial yang dapat dikembangkan. Jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia meningkat dari 606.439 pada 2023 menjadi 734.490 pada 2025.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan pengembangan Prambanan Shiva Festival yang dijadwalkan kembali berlangsung pada 2027. Festival ini diharapkan dapat memperluas daya tarik pariwisata Indonesia, khususnya melalui perpaduan seni, budaya, dan pengalaman spiritual.

Ni Luh Puspa menilai, konsep festival tersebut sejalan dengan tren perjalanan wisata yang semakin mengedepankan pengalaman autentik, seperti interaksi dengan budaya lokal, alam, dan masyarakat setempat.

Tren tersebut juga tercermin dalam Global Wellness Economy Monitor 2025, yang mencatat meningkatnya minat terhadap pengalaman wisata berbasis budaya dan alam, termasuk perjalanan ziarah serta spiritual retreat.

“Pengembangan Prambanan Shiva Festival sejalan dengan tren perjalanan wisata. Jika kita lihat Global Wellness Economy Monitor 2025, ini mencatat meningkatnya minat terhadap pengalaman yang mendekatkan wisatawan pada budaya lokal, alam, dan masyarakat, termasuk melalui perjalanan ziarah dan spiritual retreat,” katanya.

Selain itu, wisata berbasis acara atau event tourism diproyeksikan menjadi salah satu tren utama pariwisata Indonesia pada 2027. Hal ini merujuk pada survei para ahli dalam Indonesia Tourism Outlook 2026–2027.

Menurut Ni Luh Puspa, Prambanan Shiva Festival memiliki potensi untuk menggabungkan tradisi keagamaan, seni, dan nilai sejarah kawasan candi menjadi pengalaman wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Melalui perpaduan tradisi keagamaan, ekspresi seni, serta keagungan kawasan candi, Prambanan Shiva Festival dapat menghadirkan pengalaman spiritual dan budaya yang berdampak sekaligus menjadi daya tarik kunjungan wisatawan. Peluang ini semakin terbuka seiring pertumbuhan perjalanan wisnus dan kunjungan wisman,” ucap Ni Luh Puspa.

Dia menambahkan, penyelenggaraan festival pada 2026 telah menunjukkan potensi dalam menarik pengunjung sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pada puncak penyelenggaraan 2026, festival tersebut mencatatkan kunjungan sebanyak 10.631 wisatawan dan melibatkan 350 pekerja seni. Kegiatan itu juga menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,3 miliar.

“Kita tidak ingin pariwisata hanya berbicara soal angka. Kita ingin pariwisata memberikan dampak yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat di Indonesia,” ujar Ni Luh Puspa.

Usai acara, Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa Kemenpar memandang Prambanan Shiva Festival sebagai salah satu upaya diversifikasi produk pariwisata untuk menjangkau lebih banyak wisatawan, terutama dari kawasan Asia dan India.

Prambanan Shiva Festival 2027 direncanakan menghadirkan dua agenda utama, yakni Shivaratri pada Januari dan Mahashivaratri pada Maret 2027.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Kemenpar juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar India di Indonesia dalam mempromosikan paket perjalanan wisata yang terintegrasi dengan festival tersebut.

“Promosi melalui pemasaran ke India sudah dilakukan, kemudian ke Paris, dan bulan depan akan kami bawa ke WTM London. Selain itu, kami juga berkolaborasi dengan Kedutaan Besar India agar jangkauan promosi terkait Prambanan Shiva Festival ini bisa jauh lebih luas,” katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut