Liburan di Tengah Pandemi lewat Tur Virtual, Menikmati Raja Ampat hingga Rinjani

Vien Dimyati ยท Sabtu, 22 Agustus 2020 - 21:49 WIB
Liburan di Tengah Pandemi lewat Tur Virtual, Menikmati Raja Ampat hingga Rinjani

Tur virtual di Tengah Pandemi (Foto : Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews.id - Di tengah masa Pandemi Covid-19, liburan ke berbagai destinasi wisata menjadi aktivitas paling dinanti. Meski saat ini masih pandemi, wisatawan tidak perlu khawatir, Anda bisa berwisata dengan aman dan nyaman melalui tur virtual interaktif.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar kegiatan daring bertajuk "Transformasi Digital: Tur Virtual Interaktif" yang digelar pada 22 - 23 Agustus 2020.

Dalam acara ini Kemenparekraf mengajak masyarakat mengenal lebih jauh dan menikmati tur virtual interaktif.

Sedangkan di hari kedua, kegiatan difokuskan dalam mendorong pramuwisata Indonesia untuk berinovasi memproduksi konten tur virtual interaktif.

“Konsep interaktif diangkat agar tidak menghilangkan sensasi dan pengalaman yang didapat wisatawan ketika berwisata secara langsung. Walau tur diikuti melalui aplikasi konferensi video, namun peserta dapat berinteraksi dengan pramuwisata yang akan memandu langsung dari objek wisata,” kata Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf / Baparekraf, Muhammad Neil El Himam dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2020).

Neil menambahkan, dengan adanya tur virtual interaktif ini diharapkan dapat memberikan pilihan hiburan lain kepada masyarakat yang mulai jenuh di tengah pandemi.

Pengembangan kegiatan tur virtual interaktif ini merupakan peluang yang sangat besar bagi para pelaku pariwisata khususnya pramuwisata untuk tetap berkreasi dan berinovasi di tengah pandemi.

“Bukan berarti tur virtual ini dapat menggantikan wisata yang sesungguhnya. Tur ini merupakan cuplikan mengenai destinasi-destinasi wisata di Indonesia yang nantinya dapat dikunjungi ketika keadaan kembali normal. Sesuai dengan jargon dari Kemenparekraf yaitu #DreamNowTravelTomorrow,” ujar Neil.

Semua industri tak terkecuali industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan bertransformasi melalui digital dan membiasakan diri dengan perkembangan teknologi.

“Cita-cita besar kami adalah ingin mewujudkan ekosistem digital supaya sinergi itu tetap ada,” kata Neil.

Sementara itu, Co-founder Atourin Reza Permadi mengatakan, belakangan ini tur virtual mulai digemari masyarakat di tengah. Menurutnya sejak tur virtual ditawarkan mulai April 2020, sudah ada sekira 1.000 wisatawan virtual yang ikut serta.

"Peserta yang ikut semua dominan dari Indonesia. Tetapi ada juga dari Malaysia, Singapura, bahkan Jepang. Yang ikut mulai dari sekolah hingga perorangan," kata Reza dalam acara "Transformasi Digital: Tur Virtual Interaktif" di Grand Mercure Kemayoran, Sabtu, (22/8/2020).

Untuk mengikuti tur virtual ini juga tidak mengeluarkan dana terlalu besar. Anda hanya perlu membayar mulai dari Rp30.000 - Rp50.000. Tempat yang akan dijelajahi juga bervariasi. Bahkan, pihaknya juga menyediakan spesial tur.

Wisatawan dapat memilih beberapa tempat wisata sesuai tema yang ditawarkan. Masing-masing destinasi memiliki keunikan.

"Kita menawarkan destinasi di Indonesia. Yang paling laku di Indonesia Timur seperti Natuna melihat jalur granit, ke Raja Ampat menikmati underwater di Misool, hingga ke puncak Gunung Rinjani," kata dia.

Wisatawan juga bisa ikut tur virtual spesial dengan membayar Rp200.000. Dengan harga itu, Anda bisa menjelajahi tempat wisata dan mendapatkan oleh-oleh.

Kegiatan Tur Virtual Interaktif ini menghadirkan beberapa narasumber, seperti Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pramuwisata Indonesia Sangtu Subaya, Kepala Layanan Telekomunikasi dan Informasi BAKTI Kominfo Ari Soegeng, Vice President Divisi Keagenan dan Tour PT. Pelni Budi Santoso, Co-founder Atourin Reza Permadi, Founder Wisata Sekolah (Outing.id) Irwan Tamrin dan CEO Xperience dan CMO Traveloka Christian Suwarna.

Sementara pada 23 Agustus, difokuskan untuk memberikan pelatihan kepada pramuwisata tentang behind the scenes pembuatan tur virtual.

Materi akan dibawakan oleh ahlinya yaitu Praktisi Geowisata dan Anggota DPP HPI Andi Volcano, Travel Blogger Marischka Prudence, dan Head of Marketing Xperience Traveloka Terry Santoso.

Kegiatan dua hari Tur virtual interaktif ini dapat diakses oleh masyarakat umum, karena ditayangkan melalui channel Youtube Kemenparekraf.

Sebagai tindak lanjut kegiatan daring “Transformasi Digital: Tur Virtual Interaktif”, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Wisnu Bawa Tarunajaya menjelaskan, Kemenparekraf juga akan memfasilitasi pelatihan dan pendampingan secara daring dalam membuat tur virtual bagi pramuwisata serta pengelola desa wisata selama 10 hari untuk masing-masing batch.

Dalam periode pertama ini akan dilaksanakan sebanyak 5 batch bagi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali,
Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Batch pertama akan dimulai pada 26 Agustus 2020 dengan perkiraan selesai keseluruhan batch pada awal Oktober 2020.

Sedangkan wilayah bagian barat akan dilaksanakan pada periode kedua dengan waktu yang akan diinformasikan lebih lanjut.

Editor : Vien Dimyati