Lido, dari Kawasan Bersejarah Menjadi Destinasi Ikonik Indonesia
“Kawasan destinasi ikonik ini memiliki beragam keunggulan yang akan menjadi kebanggaan kita semua, mulai dari kawasan yang sejuk karena berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut, panorama alam yang indah karena berada di antara Gunung Salak dan Gunung Gede Pangrango, serta memiliki direct tol dengan dua exit tol yaitu dalam kawasan MNC Lido City dan Jalan Raya Bogor-Sukabumi,” ucap Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo di acara Manager Forum MNC Group, Gedung iNews Center, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Selain itu, wilayah Lido akan menjadi pusat pengembangan wisata di Jawa Barat karena lokasinya yang dikelilingi dengan berbagai destinasi wisata alam, seperti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol, Danau Lido, Geopark Ciletuh yang telah ditetapkan sebagai Geopark Global UNESCO, serta Pantai Pelabuhan Ratu.
“Keunggulan lainnya adalah kita telah memiliki izin untuk mengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas sekitar 400 hektare dan Danau Lido selama 50 tahun yang nantinya akan dijadikan sebuah kawasan ecotourism,” ucap Hary Tanoesoedibjo.
Pengembangan Fase Pertama
Total rencana pengembangan kawasan MNC Lido City seluas 3.000 hektare akan meliputi tujuh district utama, yakni district entertainment city, hilltop villas, edu town, techno park, resort village, farm ville, dan circuit city.
Namun pada tahap pertama area yang dikembangkan adalah seluas 700 hektare, meliputi berbagai proyek di antaranya adalah MNC Park™, theme park berkelas dunia pertama di Indonesia, serta proyek yang akan dikelola di bawah manajemen Trump International Golf Club, Resort & Residences, yakni international golf course, villa, condominium, dan hotel bintang enam.