Menakjubkan, Pandemi Covid-19 Membuat Himalaya Pertama Kali Terlihat dari India

Okezone ยท Kamis, 09 April 2020 - 21:10 WIB
Menakjubkan, Pandemi Covid-19 Membuat Himalaya Pertama Kali Terlihat dari India

Himalaya pertama kali terlihat dari India (Foto :ConstanceHunter/Twitter)

INDIA, iNews.id - Selama wabah Covid-19 udara di bumi terasa sejuk dan langit semakin biru. Bahkan, untuk pertama kalinya, Gunung Himalaya terlihat dari India sejak 30 tahun lalu.

Covid-19 memang memberikan dampak luar biasa bagi dunia. Namun, tidak selalu negatif yang ditimbulkan.

Seperti yang terjadi di India. Dikutip Okezone dari Thesun, negara yang dikenal dengan industri Bollywood-nya tersebut telah menerapkan lockdown nasional mengikuti beberapa negara di dunia lainnya.

Lockdown selama 21 hari membuat lebih sedikit mobil dan bisnis yang beroperasi di India. Hal tersebut berdampak positif terhadap turunnya tingkat polusi udara. Padahal, menurut IQAIR, tahun lalu India yang memiliki populasi sekira 1,4 miliar orang menempati peringkat teratas sebagai kota terpolusi terburuk di dunia.

Menurunnya tingkat polusi membuat barisan Gunung Himalaya kini bisa terlihat dari India untuk pertama kalinya sejak 30 tahun. Pemandangan Gunung Himalaya dari India terlihat jelas di distrik Jalandhar di Punjab yang jaraknya sekira 125 mil.

Penduduk setempat pun tak menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut dengan ramai-ramai berbagi foto keindahan barisan Gunung Himalaya yang merupakan rumah bagi 110 puncak. Hal itu termasuk puncak Gunung Everest yang memiliki ketinggian 24.000 kaki.

Kualitas udara meningkat

Dewan Polusi Pusat India mengatakan, lockdown nasional menyebabkan kualitas udara meningkat secara signifikan di India. Data Intelligence yang Laporan India Today menunjukkan, rata-rata, kota-kota di India memiliki AQI (Indeks Kualitas Udara) 115 antara 16 dan 24 Maret. Kualitas udara mulai menunjukkan peningkatan dari hari pertama lockdown.

AQI "baik" adalah antara kurang dari 50 dan berarti polusi udara menimbulkan risiko sedikit atau tidak sama sekali. Sedangkan AQI antara 51 dan 100 dianggap "sedang".

Sementara, WHO menyebutkan batas aman kualitas udara adalah memiliki pembacaan partikel di bawah 20mg/m3. Sedangkan, India menurut laporan SBS News sebagian besar tahun ini menunjukkan batas lima kali lebih tinggi, yakni 100mg/m3, daripada batas aman global. (Helmi Ade Saputra)

Editor : Vien Dimyati