Mengenal Keunikan Kain Khas Gorontalo lewat Karnaval Karawo

Vien Dimyati ยท Senin, 07 Oktober 2019 - 10:21 WIB
Mengenal Keunikan Kain Khas Gorontalo lewat Karnaval Karawo

Mengenal kain khas Gorontalo yang unik (Foto : Kemenpar)

GORONTALO, iNews.id - Ada banyak keunikan di Gorontalo yang bisa memikat wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya melalui Gorontalo Karnaval. Gorontalo Karnaval Karawo merupakan event tahunan yang menyatukan masyarakat mengangkat keunikan kain Karawo sebagai wastra khas daerah.

Gorontalo Karnaval Karawo 2019 diselenggarakan di sepanjang Jalan Sultan Hassanudin dan sekitarnya. Event ini memasuki tahun ke-9 dan dua tahun terakhir masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

“Tahun ini, Gorontalo Karnaval Karawo mengangkat tema Wonderful Celebes,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo, Budi Widi Hartanto, sebagai pihak inisiator penyelenggara pada pembukaan acara puncak Gorontalo Karnaval Karawo di depan Rumah Dinas Bupati Gorontalo, Minggu (6/10/2019).

Pada acara puncak, ratusan masyarakat yang datang dari berbagai elemen bersatu untuk mengadakan karnaval. Rangkaian acara Gorontalo Karnaval Karawo telah dilaksanakan sejak 2 hingga 6 Oktober 2019. Acara yang telah dilaksanakan yakni Mo “Karawo” Design Training, Karawo Fashion Contest, Mo “Karawo” Tradisional Handmade, Gorontalo Culinary Expo, Celebes Tourism Meeting, serta Gorontalo Karnaval Karawo.

“Gorontalo Karnaval Karawo dilaksanakan untuk melestarikan kain karawo agar keberadannya terus mendapat perhatian masyarakat. Pada awal 2000-an, nama kain Karawo sudah hampir tidak terdengar. Lalu sejak 2019, dengan diinisiasi oleh Pemda setempat dan didukung oleh Bank Indonesia, diadakan Karnaval Karawo. Sejak saat itu, kain Karawo mulai banyak digunakan,” katanya.

Dia menambahkan, momentum tersebut menggerakkan berbagai perubahan yang dilakukan para perajin, mulai dari peningkatan kualitas bahan, penambahan jumlah model, hingga perubahan cara pemasaran.

Selain itu, keberadaan Gorontalo Karnaval Karawo diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat melalui pariwisata. Saat ini, capaian sumbangan sektor pariwisata terhadap PDB Gorontalo mencapai 3,5 persen.

Pada 2019, kain Karawo telah memiliki daya pikatnya tersendiri, berbagai usaha produksi serta pemasaran yang dilakukan para pengrajin kain mendapat dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta BUMN di Gorontalo.

Perkembangan ini kemudian menginspirasi Pemda untuk menjadikan Karnaval Karawo sebagai agenda tahunan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim mengtakan, pihaknya telah melakukan berbagai promosi pariwisata.

Meski melalui banyak tantangan, Gorontalo terus memperbaiki atraksi, amenitas, dan aksesibilitas pendukung pariwisata. Tujuannya, selain mendatangkan wisatawan juga agar masyarakat Gorontalo bangga dengan daerahnya.

“Selain itu, kami juga melaksanakan saran Menteri Pariwisata untuk membentuk komunitas yang dapat menciptakan masyarakat pariwisata. Dari situ, kita bisa melakukan banyak pengembangan wisata hingga promosi daerah dengan melibatkan masyarakat,” kata Idris.

Menteri Pariwisata bangga dengan penyelenggaraan Gorontalo Karnaval Karawo 2019. Dia mengapresiasi seluruh rangkaian acara serta keterlibatan masyarakat di dalamnya. Menpar juga memuji komitmen Kepala Daerah, dalam hal ini Gubernur Gorontalo yang telah merencanakan secara matang pelaksanaaan 54 event pada 2020. Nantinya kegiatan tersebut akan menjadi event tahunan dan jumlah event bisa saja bertambah.

“Saran saya adalah perhatian dan anggaran harus dilakukan pada dua hal yakni persiapan acara serta promosi. Acara yang bagus akan bisa mendatangkan banyak pengunjung jika promosi yang dilakukan juga bagus. Saya yakin, Gorontalo akan mendapat lebih banyak wisatawan dengan diselenggarakannya karnaval semacam ini, apalagi tahun depan akan ada 54 event pariwisata. Saya berpesan agar promosinya dilakukan secara besar-besaran,” ujar Menpar.

Selain itu, Menpar juga berpesan agar setiap penyelenggaraan festival atau karnaval dapat dibuat sekelas karnaval kelas dunia. Penyelenggara dapat mendatangkan kurator kelas dunia seperti Deny Malik yang telah sukses mengorkestrasi berbagai karnaval besar.


Editor : Vien Dimyati