Mengenal Tradisi Budaya Bali lewat Sanur Village Festival 2019

Vien Dimyati ยท Kamis, 22 Agustus 2019 - 10:33 WIB
Mengenal Tradisi Budaya Bali lewat Sanur Village Festival 2019

Mengenal tradisi budaya Bali (Foto : Kemenpar)

SANUR, iNews.id - Destinasi wisata yang ada di Bali selalu saja mampu memikat wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya Sanur, yang memiliki budaya dan keindahan alam menakjubkan.

Bahkan, Sanur memiliki festival menarik untuk dikunjungi. Penyelenggaraan Sanur Village Festival (SVF) 2019 berlangsung pada 21 hingga 25 Agustus 2019. Event ini diharapkan dapat meningkatkan dunia pariwisata di Bali, khususnya Sanur sebagai pusat pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Sanur menjadi model yang baik untuk pariwisata berbasis masyarakat karena terdapat “Sustainable Tourism Observatory” yang didukung UNWTO.

“Perhelatannya berkembang, bersinergi dengan kehidupan tradisi budaya, serta mewadahi ragam kreativitas warga Sanur. Karena semua sadar, potensi sektor pariwisata berbasis masyarakat adalah dinamika yang harus terus diberikan ruang, seperti awal mulanya Bali menjadi destinasi wisata kelas dunia,” kata Menpar Arief, saat meresmikan SVF ke-14 “Dharmaning Gesing” di Pantai Matahari Terbit Sanur, Bali, Rabu (21/8/2019).

Tahun ini, Sanur Village Festival ke-14 mengangkat Tema Dharmaning Gesing yang diartikan secara harafiah sebagai hal dalam memuliakan atau kewajiban berbuat baik terhadap bambu.

Tanaman bambu menjadi bahasan kesadaran filosofi bambu di Bali. Bagi masyarakat Bali, bambu memang memiliki filosofi kuat dan sangat mendalam.

Menpar juga menyampaikan, pada 2018, pariwisata telah menyumbang devisa sebesar 19,2 Miliar dolar AS di mana 40 persen merupakan kontribusi Bali.

“Bali menyumbang devisa paling tinggi untuk Indonesia di sektor pariwisata, atau sekitar 7,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp100 Triliun,” kata Menpar.

Di kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, SVF merupakan agenda tahunan yang menjadi festival paling dinantikan masyarakat lokal, wisatawan domestik, dan wisatawan mancanegara.

“Dukungan juga diberikan oleh Menpar Arief Yahya yang sudah 5 tahun berturut-turut hadir di SVF,” kata Cok Ace sapaan akrab Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

Cok Ace melihat, selain di tataran konsep, SVF juga diapresiasi dalam hal pengembangan enterpreneur muda.

“Di SVF banyak ditampilkan wirausaha muda, start up baru. Jadi, bukan saja ramai secara seremonial diharap ke depan masyarakat lebih maknai SVF, sehingga lebih banyak bisa terlibat di sektor pariwisata. Berharap akan ada tumbuh kesadaran kemampuan keinginan dengan melihat jejak potensi lingkungan yang ada,” katanya.

Di kesempatan itu Menteri Pariwisata juga berkesempatan menyematkan Satyalancana Kepariwisataan kepada Ida Bagus Tjethana Putra, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS), pemilik Santrian Group Resort Bali Provinsi Bali.

Ida Bagus Tjethana Putra menerima penghargaan atas jasanya sebagai pioneer dalam membangun dan mengembangkan pariwisata perhotelan dengan konsep alami berbentuk bungalow/griya dan villa yang menjunjung tinggi kearifan lokal Bali tercermin dalam konsep “Bali Night”, peningkatan SDM dari karyawan hingga manajer.

Juga kerja sama dengan pihak dalam maupun luar negeri, sehingga menciptakan multiplier effect di sektor pariwisata yaitu kegiatan ekonomi sektor produksi dan jasa.


Editor : Vien Dimyati