Mengintip Desa Bugisan di Prambanan, Pesona Candi Kembar dan Tradisi Jawa
JAKARTA, iNews.id - Desa Bugisan di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi destinasi wisata pedesaan dengan perpaduan situs sejarah, seni budaya, dan lingkungan yang asri. Desa ini mengukuhkan diri sebagai desa wisata sejak 2016 dan masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
Daya tarik utama Desa Bugisan berada di kawasan Candi Plaosan yang dikenal sebagai candi kembar. Situs peninggalan Mataram Kuno tersebut memiliki perpaduan arsitektur Hindu dan Buddha yang kerap dikaitkan dengan nilai toleransi dan harmoni.
Selain menikmati kawasan candi, wisatawan dapat mengenal berbagai tradisi seni dan budaya masyarakat melalui Festival Candi Kembar (FCK). Agenda tahunan yang digelar sejak 2016 ini menghadirkan beragam pertunjukan, seperti tari kolosal, gejok lesung, jathilan, dan karawitan.

Desa Bugisan juga menawarkan paket edutrip dan workshop yang memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung. Kegiatannya antara lain membuat ecoprint, melukis topeng atau wayang, meracik jamu tradisional, hingga belajar menanam padi.
Pengunjung juga bisa mengikuti kegiatan jelajah desa menggunakan moda transportasi klasik. Sepeda onthel, andong, hingga gerobak sapi digunakan untuk menyusuri jalur persawahan sekaligus menikmati suasana pedesaan.
Desa Bugisan juga menjadi salah satu Desa Sejahtera Astra (DSA) yang dikembangkan melalui program yang mencakup kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Saat ini, terdapat 1.533 Desa Sejahtera Astra yang tersebar di 35 provinsi dengan 3,01 juta warga penerima manfaat. DSA Bugisan menjadi salah satu contoh pengembangan potensi desa di kawasan Prambanan, Klaten.
Desa tersebut menjadi destinasi terakhir rangkaian Toyota Journalist Test Drive: Drive & Joy Beyond The Road 2026 pada Rabu (16/9/2026). Setelah menjelajahi Yogyakarta, Solo, dan sekitarnya selama tiga hari, Toyota bersama rekan media mengakhiri perjalanan dengan mengunjungi DSA Bugisan sebagai bagian dari aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Berada di kawasan penyangga Candi Plaosan, DSA Bugisan dikembangkan sebagai desa wisata berbasis budaya dan lingkungan dengan konsep pengalaman autentik kehidupan pedesaan. Wisatawan dapat meracik jamu tradisional, bermain karawitan, mengenal aksara Jawa, memahat batu, hingga menikmati perjalanan menggunakan gerobak sapi.
Dalam kunjungan tersebut, Toyota melalui program Toyota Berbagi berkolaborasi dengan Jogja Life Cycle menghadirkan lima unit bak sampah pilah berbahan plastik daur ulang untuk DSA Bugisan.
Fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat dan pengelola desa melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Bak sampah tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik, dan residu.
Sampah organik meliputi sisa makanan, sisa dapur, dan tanaman yang dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik. Sementara sampah anorganik seperti kertas, kaleng, kardus, dan botol plastik masih dapat digunakan kembali atau didaur ulang.
Adapun sampah residu mencakup popok sekali pakai, pembalut, puntung rokok, styrofoam tertentu, dan tisu bekas. Pemilahan sejak sumber diharapkan membuat proses pengelolaan sampah berikutnya dapat dilakukan secara lebih tepat.

Kontribusi tersebut merupakan bagian dari Toyota Berbagi – Bersama Membangun Indonesia yang dijalankan melalui empat pilar, yakni Toyota Berbagi Hijau, Toyota Berbagi Ilmu, Toyota Berbagi Selamat, dan Toyota Berbagi Langkah.
Melalui Toyota Berbagi Hijau, Toyota mendorong berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Melalui rangkaian kegiatan ini, selain mendapatkan pengalaman berkendara peserta Toyota Journalist Test Drive diajak mengenal potensi lokal, serta melihat langsung upaya pengembangan desa dan kepedulian terhadap lingkungan.
Editor: Dani M Dahwilani