Mengintip Keindahan Wisata Lingko Meler, Persawahan di NTT Mirip Sarang Laba-Laba
Cerita yang beredar di masyarakat setempat, lingko atau lodok ini sudah ada sejak zaman Raja Manggarai pertama. Masyarakat Manggarai masih melakukan berbagai macam ritual adat dalam bertani.
Ritual ini merupakan tanda penghargaan kepada para leluhur, dan ritual ini dilaksanakan dari mulai pembukaan lahan hingga musim panen tiba.
Tak hanya itu, bagi masyarakat Manggarai, bertani dan ritual sudah menjadi bagian yang sulit untuk dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Istilah upacara saat membuka kebun di lahan yang masih baru disebut Lea lose.
Dengan bentuk yang istimewa ini, area persawahan tersebut menjadi tujuan wisata di Flores selain Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo dan Wae Rebo. Pemandangan indah Lingko Meler bisa dilihat dari Bukit Golo Lalong yang mengitari persawahan ini.
Ternyata, Lingko Meler merupakan satu dari 11 lodok atau sawah berbentuk jaring laba-laba di Desa Meler Kecamatan Ruteng. Dari ketinggian bukit, Lingko Meler dapat dilihat dengan sangat jelas.
Editor: Vien Dimyati