Menikmati Alam Terbuka sambil Menginap di Glamping De'Loano Purworejo
Begitu pula untuk membangun aksesibilitas wisata nomadik dikembangkan dengan moda transportasi seaplane mudah menghubungkan objek-objek wisata yang terbesar di 17.000 pulau di Tanah Air, sedangkan kalau membangun bandara membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.
Potensi wisatawan milenial dunia yang berwisata sebagai backpacker atau wisatawan kelana di seluruh dunia mencapai 39,7 juta. Wisatawan ini terbagi dalam tiga kelompok besar yakni flashpacker atau digital nomad sekitar lima juta orang, glampacker atau milenial nomad yang menetap sementara di suatu destinasi sembari bekerja sekitar 27 juta orang, dan luxpacker atau luxurious nomad yang mengembara di berbagai destinasi dunia yang instagramable sebanyak 7,7 juta orang.
Para luxpacker lebih suka mengembara untuk melupakan hiruk-pikuk aktivitas dunia dan mereka lebih menyukai fasilitas amenitas glamping di kawasan wisata alam, seperti danau, pegunungan, pantai, atau sungai.
Glamping De’Loano sendiri diharapkan menjadi destinasi baru yang akan menambah daya tarik bagi destinasi wisata di kawasan Borobudur karena posisinya yang hanya berjarak 10 kilometer sebelah utara bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta.

Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita menjelaskan, keberadaan Glamping De’Loano juga sebagai proyek percontohan yang dikembangkan oleh Badan Otorita di bawah Kemenpar diharapkan akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat setempat.