Menjelajahi Danau Toba sambil Menikmati Festival Musik Internasional
TCWMF 2019 kali ini didukung Kementerian Pariwisata RI, Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Pemkab Toba Samosir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi & UKM, dan beberapa lembaga lainnya.
Direktur Festival TCWMF Irwansyah Harahap menjelaskan, tujuan kegiatan ini untuk memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Danau Toba kepada masyarakat di Sumatera Utara, Indonesia, hingga masyarakat dunia lewat festival musik.
Kalau tahun lalu, lanjut Irwansyah, TCWMF diadakan dalam format indoor di TB Silalahi Center selama satu hari saja, tahun ini pihaknya mencoba melakukannya di lapangan terbuka atau outdoor selama tiga hari. Melalui format ini, segala sesuatu menyangkut persiapan teknis maupun nonteknis benar-benar dipersiapkan secara matang.
“Tak mudah memang, namun dengan keterlibatan berbagai pihak dalam penyelenggaraan festival ini membuat kita menjadi lebih optimistis,” katanya.
Selama tiga hari, TCWMF 2019 akan diramaikan oleh beberapa kelompok musisi bergenre 'world music' yang sudah tidak asing lagi di Indonesia dan sudah memiliki reputasi internasional di antaranya SUARASAMA (Irwansyah Harahap) dan Kua Etnika (Jaduk Ferianto) serta Mataniari (Toba roots music) feat 'Si Raja Seruling' Marsius Sitohang.
Di samping itu, festival ini juga akan menghadirkan kelompok world/roots music dari luar negeri seperti FieldPlayers (Malaysia), Jade School Guzheng Ensemble feat Prof. Xiaoxin Xiao (China), Daniel Milan Cabrera-Deva Baumbach (Meksiko), Community Creative (UNP Padang), Communal Primitive (USU Medan), Ensamble Musik Univ HKBP Nomensen Medan, Ensambel Gendang Kampung (UNIMED Medan), dan beberapa talent lokal lainnya.
Editor: Tuty Ocktaviany