New Normal, Pramuwisata Dibekali Pelatihan Daring Pemandu Wisata City Tour

Vien Dimyati ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 14:00 WIB
New Normal, Pramuwisata Dibekali Pelatihan Daring Pemandu Wisata City Tour

Pramuwisata Dibekali Pelatihan Daring Pemandu (Foto : Kemenparekraf)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menyebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, tidak menyurutkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit.

Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membekali 200 pramuwisata dengan Pelatihan Daring Pemandu Wisata City Tour yang digelar pada 7-27 Juli 2020.

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata (PSDMP), Wisnu Bawa Tarunajaya mengatakan, sebagai sektor unggulan, pariwisata menjadi salah satu bidang yang terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19.

Menanggapi hal tersebut, Kemenparekraf berupaya mengembangkan nature tourism dengan meningkatkan kompetensi pramuwisata di Indonesia.

“Pramuwisata merupakan garda terdepan dalam memengaruhi citra pariwisata yang positif. Perlu kompetensi dasar yang dimiliki oleh pemandu wisata untuk tetap melangkah maju menghadapi tantangan di era normal baru,” kata Wisnu Bawa, saat Pembukaan Pelatihan daring Pemandu Wisata City Tour, Selasa (7/7/2020).

Dalam pemaparannya, Wisnu Bawa juga menjelaskan penting bagi pemerintah untuk membangun harmonisasi yang kuat dengan pelaku pariwisata melalui upskilling dan reskilling sebagai antisipasi dan pembekalan bagi para pramuwisata setelah pandemi berakhir.

Kegiatan pelatihan daring Pemandu Wisata City Tour terdiri dari 5 batch, masing masing batch terdiri dari 40 peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Mereka berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Syarat untuk mengikuti pelatihan ini di antaranya peserta merupakan pramuwisata HPI, pramuwisata lokal yang ada di destinasi atau daya tarik yang selama ini operasionalnya sudah tutup, usia minimal 20 tahun, dan bersedia mengikuti pelatihan sampai selesai.

Metode pelatihan daring ini meliputi teori, praktik, dan penugasan. Nantinya di akhir pembelajaran peserta diharapkan mampu menyusun tugas yang diberikan oleh narasumber. Setelah kegiatan berakhir peserta yang dinyatakan berhasil akan mendapat sertifikat dari Kemenparekraf.

Ketua Umum Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Sang Putu Subaya mengapresiasi inisiasi yang dilakukan Kemenparekraf dalam menyelenggarakan pelatihan daring ini.

“Saya sangat mengapresiasi program Kemenparekraf untuk meningkatkan kompetensi pemandu pariwisata agar bisa menghadapi tantangan baru pascapandemi. Saya berharap para peserta bisa menunjukkan perhatian dan fokusnya pada pelatihan daring ini,” kata Sang Putu Subaya.

Dari Pelatihan Daring Pemandu Wisata City Tour ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi, menjaga motivasi agar tetap berfikiran positif dan optimistis dalam menghadapi pandemi Covid-19, serta mampu memberikan pelayanan sesuai protokol tatanan kehidupan baru.

Editor : Vien Dimyati