Pariwisata di Bali Terganggu karena Wabah Corona, 879 Hotel Mulai Tutup

Okezone ยท Kamis, 09 April 2020 - 11:00 WIB
Pariwisata di Bali Terganggu karena Wabah Corona, 879 Hotel Mulai Tutup

Ratusan hotel di Bali mulai tutup karena Covid-19 (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Wabah Corona atau Covid-19 telah membuat beberapa hotel di Indonesia terpaksa tutup. Bahkan, hotel-hotel di Pulau Dewata Bali mulai terkena dampaknya.

Akomodasi pariwisata di Nusa Penida, Bali kini lumpuh. Ratusan hotel dan restoran pun terpaksa tutup menghadapi situasi ini.

Seluruh pelaku pariwisata juga pasrah karena corona Covid-19 adalah masalah global. Seluruh karyawan terpaksa dirumahkan.

Ketua PHRI Klungkung Wayan Karyana menjelaskan, dari 879 hotel, sekira 439 di antaranya ada di sekitar Lembongan, dengan jumlah 5.268 kamar. Sisanya 440 hotel dengan 3.520 kamar di Nusa Gede.

Mencermati situasi ini, dia mengaku hanya bisa pasrah. Karena hotel tutup, semua karyawannya juga sudah dirumahkan.

Pengusaha hotel maupun restoran melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Karyawan juga mengerti karena situasi ini terjadi pada seluruh lini masyarakat.

Bila situasi sudah memungkinkan, nanti akan dibicarakan lagi dengan para karyawan. Sikap ini juga disambut baik kalangan pengusaha.

“Mereka sangat paham, tidak ada uang bagaimana kami memberikan upah,” katanya," dilansir Okezone dari Balipost.

Guna merawat properti akomodasi pariwisata itu, para pemilik mengerahkan anggota keluarganya, sekadar untuk melakukan perawatan ringan. Kebetulan, para pemilik mayoritas mengajak keluarganya dalam mengelola, agar tidak rusak dan siap kembali beroperasi bila situasi sudah membaik.

Pengusaha asal Lembongan mengatakan, Nusa Penida, khususnya Lembongan, masih dihuni beberapa wisatawan. Itupun mereka yang memang punya vila sendiri di sana.

Seperti beberapa wisatawan dari Australia dan Tiongkok. Tetapi, mereka sudah datang ke Lembongan jauh-jauh hari, sebelum adanya wabah corona Covid-19, tepatnya sejak awal Desember 2019.

Mereka juga punya usaha. Historinya sudah diketahui lengkap pihak desa. Karena Lembongan pun menerapkan sikap sangat selektif.

“Perbekel kami di Lembongan aktif sekali mendata mereka. Setiap wisatawan yang masih tinggal di Lembongan, sudah semua terdata. Pendatang juga tidak bisa masuk sembarangan,” ujarnya.

Editor : Vien Dimyati