Pemprov Jabar Himpun Gagasan Tokoh Sunda, Wujudkan Jabar Istimewa
Herman menegaskan, cita-cita mewujudkan Jabar Istimewa tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan semangat kebersamaan dan gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
“Dan kita harus bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” ucapnya.
Dia pun secara khusus meminta para tokoh Sunda yang tergabung dalam MMS untuk tidak berhenti memberikan kritik dan saran yang konstruktif terhadap jalannya pembangunan di Jawa Barat.
Herman menambahkan, dukungan tersebut menjadi penting karena MMS menghimpun tokoh-tokoh Sunda dari berbagai bidang yang memiliki pengalaman dan kiprah di tingkat daerah maupun nasional.
Pertemuan MMS di Jakarta menjadi bagian dari rangkaian Milangkala Kadua sekaligus ruang silaturahmi bagi para tokoh Sunda dari berbagai latar belakang. Forum tersebut mempertemukan tokoh, akademisi, pemerintahan, budayawan, profesional, hingga berbagai elemen masyarakat.
Sepanjang perjalanannya, MMS mengembangkan forum untuk mendiskusikan berbagai persoalan, mulai dari kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi hingga kebangsaan.
Melalui Pasamoan Inohong Sunda di Jakarta, ruang perjumpaan tersebut diperluas. Jakarta menjadi salah satu titik penting karena banyak tokoh Sunda yang berkiprah di tingkat nasional dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademik, profesional, sosial, budaya hingga pengabdian kemasyarakatan.
Editor: Rizqa Leony Putri