Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Merah Putih Warnai Madrid! KBRI Gelar Jalan Sehat dan Lomba Tradisional Rayakan HUT ke-80 RI
Advertisement . Scroll to see content

Perayaan HUT ke-75 RI Dilakukan Virtual, Karnaval Internasional Dibatalkan

Senin, 06 Juli 2020 - 13:29:00 WIB
Perayaan HUT ke-75 RI Dilakukan Virtual, Karnaval Internasional Dibatalkan
Perayaan HUT ke 75 RI (Foto : Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Peringatan Hari Ulang Tahun RI menjadi momen paling ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Ada banyak perayaan dilakukan, seperti upacara, karnaval, perlombaan, dan lainnya.

Kali ini Perayaan HUT ke-75 RI akan berbeda dibanding tahun sebelumnya. Terutama karena adanya pandemi Covid-19. Jika biasanya perayaan dimeriahkan secara langsung dan penuh keramaian, kini Perayaan HUT ke-75 RI dilakukan secara virtual.

Bahkan, beberapa perayaan internasional yang akan dikunjungi oleh beberapa negara dibatalkan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, Perayaan HUT ke-75 RI sudah dekat. Pada akhir tahun lalu Presiden memanggil para menteri untuk merancang peringatan HUT ke-75 RI secara besar-besaran.

Bahkan, telah disiapkan acara besar yang melibatkan masyarakat internasional. Antara lain pawai atau karnaval yang melibatkan belasan negara. Tetapi, karena pandemi Covid-19, mengubah semua rencana. Acara pawai dan karnaval intenasional akhirnya dibatalkan.

"Walau tidak sesuai rencana, tetapi perayaan HUT ke-75 RI ini tetap khidmat, mensyukuri nikmat kemerdekaan dan tetap menunjukkan Indonesia adalah negara besar, serta kokoh secara sosial politik, dan budaya," kata Mensesneg Pratikno, saat Live Konferensi Virtual, di Jakarta, Senin (6/7/2020).

Mensesneg menjelaskan, perayaan HUT ke-75 RI dilakukan secara sederhana, tetap menonjolkan kemeriahan, antusiasme masyarakat tinggi, kreativitas, dan inovasi.

"Tetap meriah sesuai protokol kesehatan yang aman dari Covid-19. Pastinya akan ada banyak aktivitas virtual," katanya.

Dia menjelaskan, ada beberapa agenda utama yang besar dalam menyambut Hari Kemerdekaan. Kemeriahan ini akan dirasakan sejak 1 Juli 2020. Dimulai dari memasang logo dan tema HUT ke-75 RI di jalan-jalan, tempat umum, hingga sarana transportasi.

"Memasuki Agustus, kita akan meriahkan dengan pemasangan bendera merah putih di jalan-jalan protokol, tempat umum, kantor, dan lainnya. Berbeda seperti kemerdekaan tahun sebelumnya, perayaan kali ini akan diisi dengan acara penuh kreativitas, kebersamaan, pastisipasi masyarakat penuh sesuai protokol kesehatan. Akan ada banyak aktivitas sifatnya virtual. Lomba-lomba tetap meriah dengan protokol kesehatan yang aman Covid-19," katanya.

Terkait upacara 17 Agustus di Istana Negara, tetap dilaksanakan dengan jumlah peserta terbatas. Termasuk Paskibraka yang hadir dalam jumlah terbatas. Selain itu, pada saat mengumandangkan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, masyarakat Indonesia diajak menghentikan kegiatan sejenak untuk menyanyikan secara virtual.

"Nanti pada saat upacara dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kami ajak masyarakat Indonesia untuk menghentikan kegiatan sejenak. Berdiri tegak, khidmat mengikuti kumandang lagu Indonesia Raya," kata Pratikno.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan, Perayaan HUT ke-75 RI di tengah pandemi Covid-19 tahun ini akan terasa berbeda. Karena dilakukan secara virtual.

"Meski terbatas, tidak akan menghambat untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan. Karena masyarakat akan dilibatkan untuk berkreativitas dan berinovasi agar tetap membangkitkan semangat," kata Menparekraf.

Menparekraf menjelaskan, Perayaan HUT ke-75 RI akan penuh dengan kreativitas yang ditayangkan di televisi dan virtual. "Nanti pada saat penurunan bendera juga durasi lebih lama, melalui virtual dan kreativitasnya dipersiapkan anak bangsa. Ini akan menjadi menarik," katanya.

Menurut Menparekraf, pada saat menyanyikan lagu Kemerdekaan Indonesia Raya, dimulai pada pukul 10.15 tepat 17 Agustus 2020. Menyanyi bersama secara virtual ini akan dimulai dengan membunyikan sirene.

Lebih lanjut Menparekraf menjelaskan, saat memulai lagu kebangsaan akan ada sirene panjang dan sirene berikutnya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap sempurna. Setelah itu, akan dipersiapkan beberapa lomba video digital untuk merayakan 17 agustus.

"Perlombaan diadakan di kampung-kampung dan desa. Mereka dapat menunjukkan keindahan, keasrian ligkungan. Lomba akan dinilai oleh juri. Karena keterbatasan, semua penjurian dan perlombaan dilakukan melalui video. Juri menilai dan ada tim verifikasi. Lomba ini menjadi berbeda," katanya.

Dia menambahkan, kegiatan Perayaan HUT ke-75 RI ini akan disosialisasikan melalui platform digital dan lain media lain. "Tujuannya agar masyarakat tetap khidmat mengikuti HUT ke-75 RI. Masyarakat dapat mengikuti perayaan dengan hikmat, meriah, semangat dan jauh lebih baik dibanding sebelumnya," tutur Menparekraf.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut