Pesona Lumajang yang Bikin Takjub, Kunjungi Air Terjun Kapas Biru
JAKARTA, iNews.id - Untuk urusan pariwisata, Kabupaten Lumajang yang ada di Jawa Timur memang belum terlalu populer dibanding daerah lainnya. Tetapi jika Anda menelusuri lebih jauh, ternyata Lumajang memiliki pemandangan alam menakjubkan untuk dieksplor.
Salah satunya destinasi eksotis yang bernama Air Terjun Kapas Biru atau akrab disebut Coban Kapas Biru. Ini merupakan air terjun cantik yang berada di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang dan berbatasan dengan Kecamatan Ampelgading yang masuk ke dalam Kabupaten Malang.
Bagi banyak orang, air terjun ini dinamakan Kapas Biru karena di bagian sisinya muncul warna kebiruan jika dilihat dari kejauhan. Alirannya deras membasahi bebatuan yang ada di sekitar.

"Air Terjun Kapas biru terbentuk di tepian lembah-lembah curam Sungai Besukbang-Glidik di perbatasan Kabupaten Malang - Kabupaten Lumajang. Pemandangan di sekitar air terjun yang terletak di elevasi 500 Mdpl ini sangat indah karena dikelilingi tebing-tebing tinggi berwarna coklat kemerahan dengan sisipan lumut-lumut hijau serta rimbunnya pepohonanan di sekitarnya," tulis Instagram @indoflashlight, dikutip Sabtu (27/10/2018).
Air Terjun Kapas Biru diperkirakan memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Sumber airnya berasal dari aliran anak Sungai Besukbang atau Sungai Lengkong yang berhulu di lereng Gunung Semeru.
Pemandangan Air Terjun Kapas Biru saat ini sedang tren diganderungi traveler kekinian. Suasana alam dan derasnya aliran membuat pencinta alam jatuh hati. Tak hanya Kapas Biru yang menjadi daya pikat di sini. Ada beberapa air terjun lainnya yang menarik untuk dieksplor.
Salah satunya Air Terjun Kabut pelangi, Gua Tettes atau yang akrab disebut Niagara Mini Tumpak Sewu. Berada di kawasan ini, jangan lewatkan untuk membawa kamera. Sebab, ada banyak spot menarik untuk diabadikan traveler.
Untuk mendapatkan pemandangan di Air Terjun Kapas Biru, memang tidak mudah. Sebab, Anda harus berjalan melewati jalur yang meantang dan dikelilingi pepohonan. Suasanya begitu sepi. Jadi, diperlukan pemandu untuk mencapai air terjun ini.
Editor: Vien Dimyati