Platform Digital Jadi Strategi Komunikasi Krisis Pariwisata di Tengah Pandemi
Selain itu, Kemenparekraf juga bekerja sama dengan stakeholders terkait, seperti instansi pemerintah dan swasta, serta komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat menjangkau khalayak yang lebih luas dalam menyebarkan informasi mengenai program dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.
“Hal ini dilakukan agar publik menerima informasi yang akurat dan aktual dengan lebih cepat. Karena yang terpenting dalam menangani krisis adalah menjaga komunikasi baik dan menumbuhkan solidaritas antarpelaku terdampak,” ujar Agustini Rahayu.
Agustini menambahkan, pada masa pandemi Covid-19 ini, Kemenparekraf menemukan kekuatan baru dalam komunikasi krisis, yaitu pesan resiliensi pelaku parekraf atas pandemi yang melanda dan optimisme mereka dengan toleransi dan gotong royong, sektor parekraf akan mampu melalui krisis ini dan siap untuk bangkit lebih kuat.
Pesan inilah lanjut Agustini yang perlu digaungkan oleh seluruh negara anggota ASEAN agar semakin menumbuhkan kepercayaan wisatawan. Baik dalam maupun luar negeri, tentang kekuatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ASEAN.