4 Daya Tarik Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Ternyata Miliki Cerita Misterius

Vien Dimyati ยท Jumat, 27 Maret 2020 - 10:58 WIB
4 Daya Tarik Ranu Kumbolo di Gunung Semeru, Ternyata Miliki Cerita Misterius

Keindahan Rabu Kumbolo (Foto : Instagram @semerutrakker)

JAKARTA, iNews.id - Nama Ranu Kumbolo tentu sudah tidak asing di kalangan pendaki gunung. Danau eksotis yang terletak di dalam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur ini terlihat indah.

Ranu Kumbolo merupakan bagian dari rute termudah yang berasal dari Ranu Pani menuju puncak Gunung Semeru. Biasanya, wisatawan yang berada di sini datang untuk berkemah sambil menikmati keindahan danau.

Namun siapa sangka, di balik keindahannya tersebut terdapat cerita misterius yang menarik untuk diketahui. Ingin tahu apa saja? Berikut ulasan rangkumannya dikutip Jumat (27/3/2020).

Danau

Danau Ranu Kumbolo menjadi ikon di tempat ini. Danau menjadi pemandangan eksotis bagi kalangan wisatawan. Meski demikian, masyarakat setempat percaya kalau air Danau Ranu Kumbolo adalah air yang suci. Sampai saat ini air danau masih digunakan untuk ritual suci keagamaan masyarakat.

Para pendaki juga dilarang untuk buang air, mandi, dan mencuci di danau. Kegiatan di sekitar Ranu Kumbolo juga harus dilakukan dengan jarak 10 meter dari tepi danau.

Tanjakan Cinta

Ranu Kumbolo terkenal dengan cerita Tanjakan Cinta. Di sebelah barat, ada bukit yang menjadi jalur untuk mendaki Puncak Semeru. Rute ini dinamakan tanjakan cinta.

Tanjakan ini menyimpan mitos, yaitu siapa saja yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa menoleh ke belakang akan memiliki akhir cinta yang bahagia. Tetapi jika menoleh ke belakang, akan berakhir putus cinta.

Mitos ini berkembang dari kisah seorang pasangan yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat laki-laki sedang asyik berjalan sambil berfoto, pasangan perempuannya yang berjalan di belakang ternyata kelelahan dan tiba-tiba pingsan. Perempuan tersebut jatuh terguling hingga akhirnya tewas.

Karena itu, banyak pendaki yang percaya pada mitos ini. Mendaki tanjakan ini juga bisa menguji ketahanan tubuh. Kemiringannya yang mencapai 45 derajat dapat menguras tenaga.

Ikan Mas

Danau Ranu Kumbolo dilimpahi dengan ikan mas. Namun, ada larangan bagi setiap pengunjung danau untuk tidak memancing atau menangkapnya.

Pasalnya, warga setempat meyakini ikan mas tersebut merupakan jelmaan dewi yang ditugaskan untuk menjaga keindahan Ranu Kumbolo.

Puncak Mahameru

Setelah beristirahat di Ranu Kumbolo, pendaki dapat melanjutkan perjalanannya ke Puncak Mahameru. Puncak ini merupakan titik tertinggi di Pulau Jawa. Jauh lebih tinggi dibandingkan puncak Gunung Slamet, Sumbing, Sindoro, ataupun Gede Pangrango.

Bahkan, Mahameru juga dikenal sebagai puncak abadi para dewa yang menghubungkan manusia dan kayangan. Hingga kini, masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap puncak ini sebagai kediaman dewa sehingga masih terdapat sesajen di beberapa titik.


Editor : Vien Dimyati