Sejarah Tari Gambyong Pareanom di Dhaup Ageng Mangkunegaran Gusti Sura dan Kanjeng Dimas
JAKARTA, iNews.id - Ada yang istimewa dari pertunjukan seni budaya dalam resepsi pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian atau Kanjeng Dimas di Pura Mangkunegaran, Sabtu (7/11/2026) malam.
Ya, di antara berbagai kesenian yang ditampilkan, Tari Gambyong Pareanom memiliki cerita sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan tradisi pernikahan keluarga Mangkunegaran.
Tarian tersebut bukan sekadar pertunjukan untuk menyambut tamu undangan. Gambyong Pareanom menyimpan jejak sejarah sejak 1950 dan pertama kali dipentaskan dalam pernikahan Gusti Nurul pada 1951.

Kehadirannya dalam Dhaup Ageng Gusti Sura dan Kanjeng Dimas setelah 75 tahun pun terasa istimewa. Tarian yang pernah menghiasi pernikahan generasi terdahulu itu kembali hadir dalam perayaan pernikahan keluarga Mangkunegaran.
Namun, sejarah Gambyong Pareanom sebenarnya jauh lebih panjang daripada usianya sebagai tarian yang memiliki susunan gerak baku.