Singgah ke Desa Ini Bisa Rasakan Suasana Zaman Dulu, Rumah Kuno Masih Beratap Ijuk
2. Keunikan dan Keistimewaan Desa
Suasana tradisional dari desa ini sudah langsung terlihat dari bangunan rumah yang masih mempertahankan struktur dan arsitektur rumah jadul. Keunikannya terutama terletak pada material atap di setiap rumah yang berupa ijuk ditumpuk-tumpuk. Pemilihan ijuk sebagai atap sudah berlangsung sejak zaman dahulu.
Ijuk dipilih bukan tanpa alasan. Selain mempertahankan warisan leluhur, ijuk yang difungsikan sebagai atap memiliki peran lain. Kawasan ini berjarak cukup dekat dengan Gunung Sorik Marapi. Pada waktu-waktu tertentu, hujan Abu Belerang kerap turun ke desa.
Dengan menggunakan ijuk, masyarakat tidak perlu khawatir karena material ini lebih tahan lama dan kuat terhadap hawa belerang tersebut, dibandingkan seng atau plat besi. Selain itu, penggunaan ijuk sebagai atap juga diyakini membuat suhu rumah menjadi hangat pada saat musim hujan, dan dingin pada saat musim kemarau.
Adapun nama desa yakni Sibanggor Julu sendiri berasal dari Bahasa Mandailing yang berarti 'hangat-hangat kuku' . Menggambarkan sejuknya suasana desa yang diakibatkan oleh pemilihan ijuk sebagai atap rumah warganya.