Soal Larangan Wisatawan Asing, Menparekraf: Utamakan Kesehatan

MNC Media · Selasa, 29 Desember 2020 - 21:17:00 WIB
Soal Larangan Wisatawan Asing, Menparekraf: Utamakan Kesehatan
Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tak perlu khawatir karena kebijakan penutupan bersifat sementara. (Foto: MNC Media)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia akan menutup pintu wisatawan asing per 1 Januari 2021 hingga 14 Januari 2020. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung keputusan tersebut. 

"Tadi saya baru (bicara) dengan Ibu Menlu, tadi kita mendapat update menlu bahwa keputusan itu diambil dengan sangat matang berbasis data antara tanggal 1-14 Januari 2021, WNA enggak boleh masuk, agar varian baru enggak masuk ke Indonesia," ujarnya, saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2020 di kawasan GBK Senayan, Jakarta, Selasa (29/12/2020). 

Pria yang akrab disapa Sandi ini menuturkan, apapun yang terjadi saat ini adalah mengutamakan sektor kesehatan. Meskipun sisi pariwisata sebenarnya bangkit, namun harus diimbangi.  "Kita mengutamakan mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat," katanya. 

Meski demikian, lanjut Sandi, masyarakat dan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif tak perlu khawatir. Sebab, kebijakan ini bersifat sementara. Ke depan bila situasi membaik, tentu akan segera diupdate. "Ini temporary dan akan diupdate segera akan disesuaikan dengan kesehatan," ujarnya. 

Update informasi akan dilakukan pada pekan ketiga Januari, pascapenutupan pintu bagi WNA. "Kami sudah sepakat itu dengan Ibu Menlu, kita dan Bu Wamen akan ke Bali, minggu ke-3 akan memberikan sinyal untuk menyampaikan update terakhir," katanya. 

Sandiaga menyebut sosialisasi kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif berkaitan dengan keputusan ini terus dilakukan. "Kita siap-siap apapun yang jadi update. Kesehatan kita utamakan, leading sektor kemenkes, kita tuntut dan adaptasi. Lalu tim kita juga ikut adaptasi dan akan kita tambahkan pasukan dan perkembangannya," kata Sandi.

Editor : Dani M Dahwilani