Mengenal Taman Purbakala Pugung Raharjo, Ada Jejak Peradaban di Indonesia yang Harus Diketahui
Sebelumnya terungkap adanya megalitik di Sumatera telah banyak dilakukan para pakar, jauh sebelum Indonesia merdeka. Di antaranya Tombrink, Steinmetz, Ullman, Schnitger, Van der Hoop dan Funke. Akan tetapi Pugung Raharjo yang ditemukan oleh para transmigran itu, tidak dikenal oleh para peneliti tersebut.
Pada 1968 dilakukan penelitian awal oleh Lembaga Purbakala yang dipimpin oleh Drs. Buchori. Pada 1973, Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional, bekerja sama dengan Pennsylvania Museum University. Saat itu melakukan pencatatan dan pendokumentasian kepurbakalaan Pugung Raharjo, hasilnya dituangkan ke dalam Laporan Penelitian Sumatera.
Kemudian, penelitian tersebut terus berlanjut, hingga pada 1980 dilakukan ekskavasi, yang menghasilkan kesimpulan kompleks megalitik Pugung Raharjo memiliki luas sekitar 25 hektare. Pada 1977/1978 - 1983/1984 dilakukan pemugaran di situs Pugung Raharjo oleh Direktorat Jenderal Perlindungan dan Pembinaan Sejarah dan Purbakala, melalui Proyek Pembinaan dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Lampung.
2. Daya Tarik Taman Purbakala Pugung Raharjo
Daya Tarik dari objek wisata Taman Purbakala ini yaitu sejarah. Anda dapat mengetahui, mempelajari, sekaligus menambah wawasan luas tentang adanya sejarah dari penemuan berharga tersebut. Apabila dilihat dari hasil penemuannya yang berada dalam satu area situs tersebut, dari zaman prasejarah, klasik (Hindu-Buddha), hingga Islam, ini jarang terjadi di daerah lain di Indonesia.
Situs ini terbuat dari keramik atau bebatuan yang tak biasa. Terdapat sebaran keramik yang ditemukan di situs Pugung Raharjo cukup luas. Benda tersebut umumnya mulai dari abad ke-8, hingga abad ke-17 Masehi.