Terpikat Keindahan Air Terjun Moramo di Sulteng, Batuannya Unik Ada 7 Undakan

Vien Dimyati ยท Minggu, 18 Agustus 2019 - 09:10 WIB
Terpikat Keindahan Air Terjun Moramo di Sulteng, Batuannya Unik Ada 7 Undakan

Terpikat Keindahan air terjun Moramo (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNews.id - Air terjun yang terletak di daerah batuan kapur ini memiliki keunikan. Air terjun ini mengandung sulfur dan alkali. Berada di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, suasana di sekitar air terjun bernama Moramo ini begitu sejuk dan asri.

Kawasan ini termasuk kawasan hutan lindung di Sulawesi Tenggara. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang berkunjung ke air terjun ini karena keindahan alam yang ditawarkan sungguh luar biasa. Cocok bagi Anda yang ingin mencari ketenangan.

Air terjun bertingkat ini memiliki ketinggian sekitar 100 meter. Dari ketinggian tersebut, air mengalir melewati tujuh tingkatan utama. Di samping tujuh tingkatan utama, terdapat 60 tingkatan kecil yang terdapat kolam sebagai tempat penampungan air. Dari sekian banyak kolam tersebut, hanya satu yang dapat dimanfaatkan untuk berenang, yaitu kolam yang terletak di tingkat kedua dari tujuh tingkatan utama Air Terjun Moramo. Menurut cerita yang berkembang di dalam masyarakat, tempat tersebut dipercaya sebagai tempat mandinya para bidadari yang turun dari kayangan.

"Air Terjun Moramo terletak di kawasan Hutan Suaka Alam Tanjung Peropa, Sulawesi Tenggara dan merupakan air terjun bertingkat (cascade) yang indah dengan ketinggian sekitar 100 meter. Dari ketinggian tersebut air mengalir melewati 7 tingkatan utama. Di samping 7 tingkatan utama tersebut, terdapat 60 tingkatan kecil yang sekaligus berfungsi sebagai kolam kecil. Fasilitas di kawasan air terjun ini di antaranya tempat parkir, gazebo, toilet, kamar ganti, musola, dll, Referensi video: (@sultrawisata)," tulis Instagram @Indoflashlight, dikutip Minggu (18/8/2019).

Tidak hanya kolam dan hutan yang menjadi daya tarik Air Terjun Moramo, susunan bebatuan yang tersusun menjadi undakan juga sangat indah. Adanya batuan kapur yang mengelilingi air terjun, memudahkan wisatawan untuk mendaki hingga ke puncak.

Bebatuan yang membentuk tingkatan tersebut tidak licin meski dialiri air. Bebatuan tersebut juga memberi pemandangan yang menakjubkan. Kilauan warna-warni yang didominasi warna hijau akan terlihat menari-nari ketika sinar matahari menyentuh batu di dasar kolam. Anda bisa berfoto di atas undakan-undakan tersebut.

Air terjun Moramo berada di Desa Sumber Sari, Moramo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Jika Anda tiba dari bandara Walter Monginsidi, Anda bisa menggunakan transportasi umum menuju Suaka Alam Tanjung Peropa. Sebelum sampai lokasi air terjun, Anda harus trekking menembus kawasan hutan dengan berjalan kaki sejauh 2 kilometer. Selama perjalanan, Anda akan melihat pemandangan alam yang hijau dan luas.

Hutan suaka tersebut terbentuk dengan aneka ragam flora dan fauna yang asri. Anda juga bisa mendengar kicauan burung yang saling bersahutan, atau kupu-kupu hutan yang indah.

Air Terjun Moramo berasal dari Sungai Biskori yang berhulu di Pegunungan Tambosulu. Desa Sumbersari yang menjadi lokasi Air Terjun Moramo merupakan salah satu tujuan transmigrasi penduduk Jawa dan Bali. Awalnya, Air Terjun Moramo ditemukan warga transmigran asal Jawa sekitar tahun 1980, saat membuka hutan untuk memasang perangkap binatang.

Setelah melihat air terjun tersebut, maka dibuatkan jalan menuju ke sana pada 1989. Tahun 1990, Air Terjun Moramo dibuka sebagai tempat wisata. Kawasan Suaka Alam Tanjung Peropa memiliki luas sekitar 38.937 hektare. Selain memiliki kecantikan panorama alam serta flora fauna yang beragam, kawasan ini ternyata memiliki kandungan marmer terbesar di dunia. Diperkirakan sekitar 860 miliar kubik marmer tersimpan di kawasan ini.


Editor : Vien Dimyati