Tidak Takut Virus Korona, Wisatawan Indonesia Tetap Berkunjung ke Singapura

Shafira Ichwani, Fiki Juliadi ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 15:44 WIB
Tidak Takut Virus Korona, Wisatawan Indonesia Tetap Berkunjung ke Singapura

Wisatawan Indonesia konsisten berkunjung ke Singapura (Foto : livingnomads)

JAKARTA, iNews.id - Sektor pariwisata Singapura mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan dan pendapatan pariwisata 2019 mengalami peningkatan. Tren positif tersebut sudah terjadi selama empat tahun berturut-turut.

Tingkat kunjungan wisatawan (Visitor Arrivals) secara global ke Singapura naik 3,3% pada 2019 mencapai 19,1 juta wisatawan. Dengan total penerimaan pariwisata (Tourism Receipts) tumbuh 0,5% sebesar 27,1 miliar dolar AS.

Pada Januari hingga September 2019, angka pendapatan pariwisata dari Indonesia mencapai 2,26 miliar dolar AS dengan pertumbuhan (6%). Pertumbuhan absolut tertinggi secara year-on- year dalam devisa sektor pariwisata, di luar dari Sightseeing, Entertainment and Gaming (TR ex-SEG).

Namun, angka kunjungan dan penerimaan pariwisata Singapura di 2020 diperkirakan akan terkena dampak dari wabah Korona atau COVID-19.

Area Director STB Indonesia Mohamed Firhan Abdul Salam mengatakan, mengenai korona dari segi perjalanan belum ada travel yang melarang.Jika ada gejala-gejala maka melapor ke kesehatan yang ada di Singapura.

“Untuk destinasi tidak ada spot yang ditutup, Indonesia ke Singapura belum ada cancel penerbangan. Tetapi kalau ke China sudah di cancel agar meminimkan adanya penularan," ujar Mohamed Firhan Abdul Salam, di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Meski industri dan bisnis pariwisata Singapura tetap terbuka, beberapa tindakan serius telah diimplementasikan oleh Singapore Tourism Board (STB) untuk melindungi kesehatan dan keamanan seluruh wisatawan, termasuk wisatawan Indonesia.

Singapura juga sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi penyebaran dari virus ini kepada wisatawan dan penduduk. "Di Singapura sudah melakukan berbagai langkah untuk pencegahan penyebaran virus ini seperti scanning, cuci tangan dan pemberian masker. Untuk beberapa event ada yang dibatalkan ataupun ditunda,” ujarnya.

Sementara itu, John Conceicao selaku Executive Director Southeast Asia mengatakan, kunjungan wisatawan ke Singapura didominasi oleh 3 negara, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat dan Indonesia.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara terbesar kedua dengan jumlah kunjungan sebesar 3,11 wisatawan pada 2019. "Indonesia di posisi nomor dua setelah China selama 3 atau 4 tahun ini," ujar Mohamed Firhan Abdul Salam.

Menurutnya, wisatawan Indonesia yang datang sangat memengaruhi pendapatan pariwisata Singapura. Kebanyakan dari mereka melakukan aktivitas belanja, dan menggunakan maskapai penerbangan Singapura. "Pasar Indonesia sangat penting bagi Singapura dari segi pariwisata, dan dari segi belanjan," katanya.

Dia menambahkan, terkait isu wabah korona, diharapkan tidak terjadi penurunan wisatawan dari Indonesia. "Wisatawan Indonesia sangat konsisten. Kita bisa belajar dari kasus Sars 2003 lalu, orang lain mungkin takut atau ada kekhawatiran datang. Tapi orang Indonesia tetap ke sini. Itu tidak memengaruhi kedatangan wisatawan Indonesia ke Singapura," kata Mohamed Firhan Abdul Salam.


Editor : Vien Dimyati