Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivitas Sekolah di Sampit Normal meski Dikepung Kabut Asap, Siswa Wajib Bermasker
Advertisement . Scroll to see content

Video Viral Kabut Asap Selimuti Jembatan Ampera Palembang, Netizen: Kacau Bener!

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:22:00 WIB
Video Viral Kabut Asap Selimuti Jembatan Ampera Palembang, Netizen: Kacau Bener!
Kabut asap di Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

PALEMBANG, iNews.id - Viral di media sosial video memperlihatkan suasana CFD pada Minggu pagi, 23 Agustus 2026, di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.

Ada momen menarik di video viral itu. Kabut asap menyelimuti hampir seluruh area Jembatan Ampera, ikon Kota Palembang.

Bahkan, netizen memperlihatkan area Sungai Kapuas yang sama sekali tidak terlihat akibat tertutup kabut asap. Hanya bagian di bawah jembatan yang terlihat, walau itu pun tertutup kabut asap tipis.

Mengacu pada video viral, masyarakat Palembang tetap beraktivitas di situasi kabut asap yang cukup pekat. Bahkan, mereka tidak menggunakan masker di situasi yang sudah sangat parah.

Netizen pun merespons kondisi memprihatinkan di Palembang ini. Apa kata warganet?

"Kacau bener dampak pembakaran hutan ini, Palembang sampai tertutup asap," kata @net***.

"Ya Allah, Bumi Kalimantan belum juga pulih sekarang muncul asap di Palembang," ungkap @Ric***.

"Padahal lumayan jauh dari lokasi Karhutla, tapi segitu gelapnya yaaa," ujar @raa***.

"Kacau bro!! Semua dibakar ini," kata @eja***.

Sebagai informasi, laman IQAir mencatat bahwa Palembang menduduki peringkat pertama kota besar di dunia dengan kualitas udara terburuk. Skornya menembus angka 222 dengan PM2.5 sebagai polutan utamanya.

Kabut asap yang muncul di Palembang dikabarkan berasal dari pembakaran hutan dan lahan dan lahan. Alhasil, jarak pandang di Kota Palembang kurang dari 50 meter saja. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut