Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Tutup Indonesia Modest Fashion Week World Conference 2021
JAKARTA, iNews.id - Geliat industri fesyen Tanah Air masih bisa terlihat. Hal ini terlihat melalui perhelatan Indonesia Modest Fashion Week World Conference, yang menjadi salah satu rangkaian acara Indonesia Modest Fashion Week 2022.
Indonesia Modest Fashion Week 2021 yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengusung tema kolaborasi fashion dan alam. Pagelaran busana pun diselenggarakan secara virtual di Siring Pandang dan Pulau Bekantan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sementara, diskusi panelis Indonesia Modest Fashion Week World Conference yang melibatkan tokoh dan pelaku industri fesyen dari berbagai dunia, mulai dari Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Rusia, Perancis, dan lain-lain digelar secara hybrid di Gedung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Secara spesial, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Angela Tanoesoedibjo hadir untuk menutup konferensi itu. Dalam sambutannya, Angela menyebutkan Kemenparekraf acara Indonesia Modest Fashion Week tahun ini jadi momentum yang pas di tahun ekonomi kreatif internasional.
“Mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Indonesia Modest Fashion untuk kolaborasinya dalam menyelenggarakan Modest Fashion Week World Conference, serta didirikannya Global Modest Fashion Association” dengan Ibu Nur Asia Uno sebagai Founding Ambassador. Ini adalah acara yang tepat waktunya karena kita sedang memanfaatkan momentum 2021 sebagai Tahun Ekonomi Kreatif Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan,” kata Angela Tanoesoedibjo, saat ditemui dalam acara Indonesia Modest Fashion Week World Conference, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Selasa (30/11/2021).
Angela menegaskan, di Indonesia industri fesyen termasuk di dalamnya modest fashion dengan market pelanggan busana Muslim, sangat berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian negara. Pertama, karena pasar Muslim yang besar, dan yang kedua sebagai penyumbang pendapatan terbesar.
“Di Indonesia, industri fesyen melalui mode sederhana memiliki peran besar dalam strategi pemulihan ekonomi kreatif karena dua alasan. Satu, Indonesia adalah negara penduduk Muslim terbesar yang berarti kita memiliki basis besar konsumen fashion sederhana. Kedua, industri fashion merupakan penyumbang PDB terbesar kedua di sektor ekonomi kreatif. Oleh karena itu, kita perlu melihat tantangan yang kita hadapi saat ini, bukan sebagai masalah tetapi sebagai peluang,” ujar Angela.
Editor: Dini Listiyani