Wisata Istana Kensington, Intip Rahasia Kerajaan Abad 18
Ketika berada di sini, Anda akan merasa seperti di negeri dongeng. Ingin tahu, seperti apa kehidupan kerajaan di Istana Kensington abad 18? Berikut ulasan yang dirangkum iNews.id, melalui Travelandleisure, Sabtu (3/11/2018).
Orang kerajaan suka memamerkan betis
Tak hanya wanita yang menderita karena fashion kerajaan zaman dulu. Pria juga mendapatkan hal yang sama. Saat itu, pria memakai celana selutut untuk memamerkan otot betis. Dengan cara ini, orang bisa mengagumi otot-otot seorang pria. Otot mereka akan terlihat ketika mereka mengendarai dan berburu sepanjang hari. Pria di abad 18 akan memakai stoking agar betis mereka terlihat lebih besar.
Tak hanya itu, untuk pakaian formal, para pria diharuskan memakai pakaian dengan jahitan yang melintang di bagian belakang lengan. Artinya, pria-pria ini tidak akan pernah bisa melipat atau mengangkat lengan mereka. Bagaimana mereka minum air, atau anggur tanpa tumpah, ini masih menjadi misteri. Tapi setidaknya mereka tidak perlu buang air kecil di acara tersebut.
Mengolesi wajah dengan lemak angsa agar cantik di acara kerajaan
Sebelum mengadakan acara besar, baik wanita maupun pria akan memercikkan bulu angsa ke seluruh wajah mereka. Hal ini bertujuan untuk melindungi wajah. Langkah selanjutnya, mereka akan memakai make-up putih agar terlihat menarik. Bahkan, saking putihnya, bagian rambut dan alis hilang tidak terlihat. Agar terlihat alami kemudian mereka mengoleskan mouse-skin eyebrows. Tapi, karena ruangan tersebut terlalu panas karena ratusan orang memadati istana, maka tak jarang make-up tersebut luntur.
Tamu kerajaan yang pingsan harus tetap anggun
Acara istana biasanya akan berlangsung cukup lama seharian penuh. Tidak sedikit para tamu wanita kerajaan pingsan. Belum lagi karena suhu ruangan yang panas, pakaian yang berat, hingga bulu angsa, ini semua akan membuat mereka lelah. Tapi, karena ini adalah acara kerajaan untuk kalangan atas, ketika wanita pingsan, mereka tidak bisa jatuh ke lantai sembarangan. Sebagai gantinya, wanita harus menuju ke sudut dinding dan terjatuh dengan anggun sampai mereka menyentuh lantai. Menurut pemandu di Istana Kensington, wanita terebut kemudian akan tetap berada di lantai dalam posisi duduk, sampai mereka merasa cukup sehat untuk berdiri.