Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Beberkan Terobosan Program Kemenparekraf di DPR

Vien Dimyati ยท Kamis, 07 November 2019 - 19:03 WIB
Wishnutama dan Angela Tanoesoedibjo Beberkan Terobosan Program Kemenparekraf di DPR

Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/11/2019). (Foto: iNews.id/Vien Dimyati)

JAKARTA, iNews.id - Pariwisata menjadi salah satu sektor yang diandalkan menjadi penyumbang devisa negara. Apalagi, kini digabung dengan ekonomi kreatif. Maka diperlukan strategi untuk menjadikan pariwisata sebagai peyumbang devisa nomor satu di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, dirinya bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo bertekad untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur dan utilitas dasar di lima destinasi super prioritas.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menargetkan pembangunan infastruktur pendukung di lima destinasi super prioritas selesai akhir 2020. Kelima destinasi super prioritas itu ialah Danau Toba (Sumatera Utara), Borobudur (Joglosemar), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), dan Likupang (Sulawesi Utara).

“Terkait 10 destinasi prioritas yang saat ini difokuskan menjadi lima destinasi super prioritas, kami terus berkoordinasi dengan kementerian lain. Setelah beberapa saat dipelajari, memang tantangannya bukan sekadar infrastruktur," kata Wishnutama dalam Rapat Kerja Komisi X dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Gedung DPR, Kamis (7/11/2019).

Wishnutama mengatakan, sebetulnya perlu juga membuat ekosistem yang mendukung pariwisata sehingga budidaya lokal, kebudayaan, dan kerajinan juga bisa ditingkatkan. Untuk itu, experience sehingga destinasi tersebut menarik.

"Ini bukan hal sederhana. Maka itu, perlu koordinasi. Terutama untuk infrastruktur melalui PUPR dan Kemenhub bahwa infrastruktur di lima destinasi bisa terwujud. Di lain pihak kami juga berdiskusi dengan Kemendikbud untuk meningkatkan SDM agar kemampuan masyarakat di Bali Baru juga bisa ditingkatkan," kata Wishnutama.

Wishnutama yang didampingi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo beserta pejabat Kemenparekraf menambahkan, tak hanya infrastruktur yang dipercepat pembangunannya. Dalam hal ekonomi kreatif juga diperlukan perbaikan produk ekonomi kreatif di lima Destinasi Super Prioritas.

"Perlu ada produk ekonomi kreatif yang berbasis kepada rakyat, pariwisata yang berbasis rakyat juga harus ada di Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang," katanya.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pengembangan pariwisata ke depan akan berakselerasi konservasi alam dan budaya, sehingga sustainable tourism bisa dikembangkan.

"Bagaimana ekonomi kreatif dengan pariwisata di destinasi super prioritas bersinergi. Tentunya tidak meninggalkan objek wisata lain dan ekonomi kreatif lainnya. Untuk mencapai itu, kita sinkronkan dengan insfratruktur. Selain itu juga bekerja sama dengan Mendikbud dan LHK tentang pelestarian alam dan budaya. Promosi secara kreatif dan efisien," kata Angela.


Editor : Tuty Ocktaviany