5 Keju Terbaik Khas Indonesia, Salah Satunya Sudah Ada sejak 1900

Vien Dimyati ยท Sabtu, 21 Maret 2020 - 09:22:00 WIB
5 Keju Terbaik Khas Indonesia, Salah Satunya Sudah Ada sejak 1900
Mencicipi keju terbaik khas Indonesia (Foto : Instagram@jalanjalan.sumbar)

JAKARTA, iNews.id - Tidak harus jauh-jauh ke luar negeri untuk mencicipi keju lezat dan gurih. Indonesia ternyata juga memiliki berbagai macam keju lezat yang wajib dicicipi.

Biasanya, keju kerap dipakai untuk tambahan dalam makanan, seperti pizza, spageti, burger, dan lainnya. Penambahan keju bisa membuat makanan tersebut memiliki nilai protein tinggi karena susu mengandung kalsium, mineral, serta berbagai macam vitamin yang berguna bagi tubuh.

Lantas, di mana saja daerah di Indonesia yang terkenal sebagai penghasil keju terbaik? Berikut ulasan rangkumannya dikutip pada Sabtu (21/3/2020).

Keju Lembang, Bandung

Bandung memang terkenal dengan olahan keju lokal. Keju alami ini bisa menjadi toping untuk makanan. Berada di sini, Anda bisa memilih dua pilihan keju, yaitu Fresh cheese (Mozarela dan Cream Cheese). Selain itu ada Hard cheese (Cheddar, Edam, dan Gouda). Anda juga bisa mencicipi olahan keju pelangi. Anda bisa memesannya kapan saja.

Dadiah, Sumatera Barat

Keju khas Sumatera Barat ini terkenal di kalangan masyarakat. Keju Dadiah merupakan hasil olahan fermentasi dari susu kerbau yang diletakkan di dalam bambu. Tentunya, bambu tersebut sudah dibersihkan lalu ditutup dengan daun pisang. Waktu penyimpanan dadiah ini bisa sampai berhari-hari karena semakin lama disimpan, teksturnya lebih padat dan keras.

Cara menyantap dadiah adalah disajikan bersama siraman gula aren. Tapi ada juga yang lebih suka menyantap dadiah sebagai lauk didampingi sambal.

Dangke, Sulawesi Selatan

Bagi penggemar keju tekstur padat, Anda bisa mencoba dangke yang dibuat oleh masyarakat Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju yang terbuat dari susu kerbau atau sapi ini sudah dibuat oleh masyarakat setempat sejak 1900-an. Jika dadiah menggunakan bambu sebagai wadah fermentasinya, dangke menggunakan batok kelapa yang dialasi daun pisang.

Tapi sebelum di letakkan dalam wadah, susu yang dimasak terlebih dahulu ini diberi tetesan getah daun pepaya muda. Daun pepaya dipilih karena bisa memisahkan kandungan air dan lemak yang ada pada susu. Ditambah lagi getah dari daun pepaya bisa membantu membuat susu jadi lebih padat, sehingga teksturnya padat. Sebelum disantap, keju dangke biasanya digoreng atau dibakar terlebih dahulu, lalu disajikan bersama dengan nasi hangat, sambal, dan ikan laut goreng.

Dali Ni Horbo, Batak

Keju selanjutnya adalah Dali Ni Horbo. Ini merupakan keju khas Batak karena berasal dari daerah Tapanuli. Tidak jauh berbeda dengan kedua jenis keju khas Indonesia lain, Dali Ni Horbo juga sama-sama terbuat dari susu kerbau atau sapi. Meski terbuat dari bahan yang sama, tapi cara pembuatannya berbeda. Dali Ni Horbo dibuat dengan cara merebus susu sapi lalu diendapkan bersama dengan air perasan nanas, dicampur dengan air daun pepaya. Kemudian, difermentasikan beberapa hari.

Penambahan air perasan nanas dan daun pepaya ini bisa mengurangi bau amis pada keju. Tekstur Dali Ni Horbo ini lebih lembut. Dali Ni Horbo sering disantap dengan bumbu kuah arsik yang memiliki rasa gurih dan pedas.

Indrakila, Boyolali

Keju lokal lainnya adalah Indrakila khas Boyolali, Jawa Tengah. Di sana memang banyak peternak sapi. Tidak heran jika ada banyak olahan susu sapi yang dapat dinikmati. Mulai dari susu hingga olahan keju. Pabrik keju premium Indrakila ini menjadi yang pertama di Jateng. Didirikan oleh seorang pemuda pada 2009 yang lalu. Ada banyak varian keju di sini. Anda bisa memilih sesuai selera. Anda juga bisa mencicip keju mozarela yang populer di sini.

Editor : Vien Dimyati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda