Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rekomendasi 5 Resto Jepang di Jakarta Cocok untuk Bukber, Dijamin Suka! 
Advertisement . Scroll to see content

Apa Kabar Uma Oma Cafe Blok M yang Sempat Viral gegara Pekerjakan Lansia?

Rabu, 04 November 2026 - 11:36:00 WIB
Apa Kabar Uma Oma Cafe Blok M yang Sempat Viral gegara Pekerjakan Lansia?
Kafe viral di Blok M. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Masih ingat Uma Oma Cafe di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang sempat viral karena mempekerjakan para lanjut usia (lansia) sebagai bagian dari pelayanan restoran? Tiga tahun berlalu sejak hadir di tengah hiruk-pikuk Blok M, kafe dengan konsep rumah nenek ini kembali mencuri perhatian lewat pembaruan tampilan dan ruangannya.

Menariknya, perubahan tersebut tidak membuat Uma Oma Cafe meninggalkan konsep yang sejak awal menjadi daya tariknya. Para Oma yang menyambut dan melayani pengunjung tetap menjadi bagian utama dari pengalaman bersantap di tempat ini.

Bahkan, jumlah Oma yang dilibatkan kini bertambah. Jika sebelumnya Uma Oma Cafe mempekerjakan empat hingga lima Oma, kini jumlahnya meningkat menjadi delapan orang. Kehadiran mereka bukan sekadar menjadi ciri khas, tetapi juga bagian dari upaya pemberdayaan lansia sekaligus menghadirkan suasana hangat layaknya berkunjung ke rumah nenek.

Lansia masih dipekerjakan di kafe viral ini. (Foto: Istimewa)
Lansia masih dipekerjakan di kafe viral ini. (Foto: Istimewa)

Founder Uma Oma Group, Junadi Salat, mengatakan pembaruan kafe dilakukan seiring perkembangan kawasan Blok M. Menurut dia, Uma Oma Cafe ingin terus bertumbuh tanpa kehilangan karakter yang membuat pengunjung merasa dekat dengan tempat tersebut.

"Bagi kami, Uma Oma Cafe bukan sekadar tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga ruang untuk membangun kedekatan dan menciptakan kenangan bersama. Selama tiga tahun ini, kami tumbuh bersama Blok M dan melihat bagaimana kawasan ini berkembang dengan pesat," ujar Junadi dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).

Karena itu, kafe ini melakukan pembaruan fasad dan penataan sejumlah ruang agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang lebih nyaman.

Wajah Baru Kafe di Tengah Perubahan Blok M

Pembaruan kafe juga hadir di tengah rencana transformasi kawasan Blok M. Penataan terminal, area komersial, konektivitas pejalan kaki hingga ruang publik diproyeksikan ikut mengubah wajah salah satu pusat aktivitas di Jakarta Selatan tersebut.

Di tengah perubahan itu, tempat makan ini ingin mempertahankan karakter Blok M yang lekat dengan keakraban dan nostalgia. Kafe ini pun memperkuat konsep #RumahnyaBlokM, yakni ruang bagi pengunjung untuk menikmati makanan rumahan, bertemu teman, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga.

Salah satu area yang diperbarui adalah Teras Oma. Area ini kini dibuat lebih luas untuk menghadirkan pilihan kudapan rumahan dan es krim lokal yang bisa dinikmati langsung maupun dibawa pulang.

Sementara itu, Ruang Keluarga mendapatkan penyegaran agar lebih nyaman digunakan untuk berkumpul. Ruangan tersebut juga dapat dimanfaatkan komunitas maupun pengunjung yang ingin berbagi cerita dalam suasana lebih akrab.

Tak hanya ruangannya, pilihan menu juga mendapat sentuhan baru. Sejumlah hidangan favorit tetap dipertahankan, tetapi kini dilengkapi beberapa pilihan makanan dan minuman.

Untuk hidangan utama, pengunjung bisa mencoba Nasi Iga Penyet dan Nasi Goreng Ijo. Ada pula Singkong Goreng dan Putu Cake sebagai pilihan kudapan rumahan.

Sementara untuk minuman, tersedia Sekar Mawar dan Saraba yang melengkapi pengalaman bersantap dengan cita rasa yang berbeda.

Para Oma Tetap Jadi Daya Tarik Utama

Meski tampil dengan wajah baru dan pilihan menu yang lebih beragam, ada satu hal yang tidak berubah dari kafe ini, yakni kehadiran para Oma.

Interaksi hangat antara Oma dan pengunjung menjadi bagian yang membedakan kafe ini dari tempat makan pada umumnya. Pengunjung tidak hanya datang untuk menikmati hidangan, tetapi juga merasakan suasana personal seperti ketika berkunjung ke rumah nenek.

Junadi mengatakan penambahan jumlah Oma menjadi delapan orang merupakan bagian dari komitmen untuk terus memberdayakan lansia.

"Ketika memperbarui Uma Oma Cafe, ada satu hal yang ingin kami jaga sekaligus perkuat, yaitu kehangatan yang hadir melalui para Oma. Jika sebelumnya kami melibatkan empat hingga lima Oma, kini jumlahnya bertambah menjadi delapan Oma," katanya.

Menurut dia, pengalaman hidup dan keramahan para Oma menghadirkan interaksi lintas generasi yang menjadi nilai tersendiri bagi pengunjung. So, itu dia kabar terbaru dari kafe yang sempat viral ini. Bagaimana menurut Anda?

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut