Black Team Ancam Posisi Top 6, Chef Juna: Lord Adi Gak Perlu Ikut Perseteruan Rakyat Jelata
JAKARTA, iNews.id - Persaingan memasak di galeri MasterChef Indonesia season 8 semakin sengit. Kali ini, peserta tidak hanya berkompetisi dengan sesama top 6, melainkan dengan black team.
Challenge pertama galeri 15 MasterChef Indonesia Season 8, milk and flour, telah berhasil dilewati para peserta. Bersaing dengan tipis, para juri akhirnya memutuskan untuk memberi titel pemenang pada Adi, membuat challenge ini sebagai kemenangan perdana Adi.
Challenge pertama rampung, challenge kedua pun datang. Sebelum mengumumkan tantangan apa yang akan dihadapi peserta kali ini, para juri membuka hari dengan pidato penyemangat yang mengingatkan para peserta akan keluarga di rumah dan menyinggung soal kejutan besar yang akan datang kali ini.
Para peserta otomatis mengira, keluarga mereka akan datang ke galeri dan menonton aksi di bench. Bryan pun mengaku senang bila kedatangan keluarga, “Tapi malu banget kalo ditontonin waktu masak.”
Sayangnya, juri berhasil menanamkan harapan palsu di benak para peserta, nyatanya, bukan keluarga kandung yang dimunculkan juri di galeri kali ini.
Kebanyakan telah merasa di atas awan karena hampir menggapai top 5, para peserta terkejut melihat sosok-sosok yang memasuki galeri. Mereka adalah Thea, Febs, dan Olivia. Rekan seperjuangan peserta top 6 yang telah tereliminasi dan kini kembali sebagai Black Team.
Kedatangan Black Team membawa ancaman pada peserta Top 6, karena ada kemungkinan salah satu dari mereka akan kehilangan apron-nya dan menyerahkannya pada personel Black Team.
Tapi, Adi tak perlu khawatir. Sebagai pemenang challenge pertama Adi berhasil terbebas dari ancaman Black Team; “dia nggak perlu ikut perseteruan rakyat jelata, membuktikan dirinya benar-benar Lord,” tawa Chef Juna.