Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Komentar Bezzecchi usai Jatuh Dua Kali tapi Tetap Raih Pole Position di MotoGP Thailand 2026
Advertisement . Scroll to see content

Heboh! Tren Nasi Padang Sachet, Pandawara Ingatkan Potensi Polusi Sampah Baru

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:29:00 WIB
Heboh! Tren Nasi Padang Sachet, Pandawara Ingatkan Potensi Polusi Sampah Baru
Tren nasi padang sachet menuai sorotan dari kelompok aksi sosial dan aktivis pelestari lingkungan, Pandawara Group. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tren nasi padang sachet menuai sorotan dari kelompok aksi sosial dan aktivis pelestari lingkungan, Pandawara Group. Tren yang tengah ramai di media sosial itu dinilai berpotensi menimbulkan polusi sampah plastik baru di tengah kondisi darurat sampah nasional.

Tren nasi padang sachet menyulap porsi nasi padang berukuran besar menjadi kemasan kecil dengan memasukkan nasi dan lauk pauk ke dalam plastik es lilin. Konsep ini dianggap praktis dan unik sehingga cepat menyebar di berbagai platform digital.

Sorotan tersebut disampaikan Pandawara melalui unggahan video di akun Instagram resmi mereka. Dalam video itu, salah satu anggota Pandawara, Rafly Pasya, menyampaikan kekhawatiran terkait dampak lingkungan dari penggunaan plastik sekali pakai dalam jumlah banyak.

“Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembuat inovasi dan seluruh influencer yang mengiklankan kemasan tersebut, kami ingin menyampaikan bahwa justru hal itu akan menjadi polusi sampah baru. Kemasan plastiknya yang dibikin kecil-kecil justru akan menghasilkan sampah plastik dengan skala besar nantinya,” kata Rafly mewakili Pandawara dalam unggahan videonya, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Dia menegaskan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah plastik. Karena itu, setiap inovasi yang muncul di ruang publik seharusnya mengedepankan aspek keberlanjutan dan meminimalkan penggunaan kemasan sekali pakai.

“Di saat negara kita sedang krisis ataupun darurat sampah plastik, seharusnya inovasi yang dibuat bisa lebih mengarah kepada kemasan yang lebih ramah lingkungan atau kemasan yang tidak satu kali pakai,” ucapnya.

Tak hanya kepada kreator konten, Pandawara juga menyampaikan pesan kepada perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi plastik dalam jumlah besar. Mereka berharap ada tanggung jawab nyata serta program sosial berkelanjutan untuk mengurangi dampak limbah plastik.

“Dan juga untuk perusahaan-perusahaan besar yang menghasilkan sampah plastik dalam skala yang besar, kami pun berharap perusahaan-perusahaan tersebut bisa bertanggung jawab atas apa yang telah mereka produksi. Dan juga diharapkan mereka bisa membuat program-program sosial responsibility yang lebih berkelanjutan,” kata Rafly, mewakili Pandawara.

Sorotan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah influencer yang sempat mempopulerkan tren nasi padang sachet. Salah satunya konten kreator dan TikToker Rasyid Muhammad yang memberikan tanggapan di kolom komentar unggahan Pandawara.

“Teman-teman Pandawara! Terima kasih atas tegurannya,” ucap Rafly.

Dia mengakui konten yang dibuatnya berpotensi menjadi contoh kurang baik bagi para pengikutnya. Menurut dia, hal tersebut menjadi evaluasi penting agar ke depan lebih mempertimbangkan aspek lingkungan.

“Apa yang aku lakukan secara tidak langsung menjadi contoh yang tidak baik untuk audience aku. Hal ini menjadi pembelajaran besar buat aku. Terima kasih ya atas reminder baik ini. Kita usahakan kemasan yang ramah lingkungan itu,” ujarnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut