Incar Wisman Cross Border, Pariwisata Perbatasan Dijadikan Primadona

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, rakor cross border 2017 ini, sebagai upaya memantapkan program kerja meningkatkan kunjungan wisman lintas batas ke Indonesia dengan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP).
I Gde Pitana menambahkan, posisi Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, mempunyai potensi besar dalam menarik kunjungan wisman cross border.
Adapun negara yang berbatasan dengan Indonesia melalui darat, yaitu Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sedangkan yang melalui laut, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste, dan Papua Nugini.
“Banyak negara mengandalkan wisman cross border. Sebagai benchmarking, kunjungan turis di Belanda sebanyak 93 persen adalah wisman cross border dari Jerman, Belgia, dan Prancis. Begitu pula wisman Malaysia, lebih dari 65 persen dari Singapura, Indonesia, dan Thailand,” kata Pitana.
Hingga Januari-Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman cross border ke Indonesia baru mencapai 2,83 juta wisman atau 90,17 persen dari target sebesar 3,14 juta wisman.
Untuk mencapai target tersebut, tahun ini Kemenpar menggelar sebanyak 214 event di 29 area yang tersebar di delapan wilayah, yaitu Kepulauan Riau, NTT, Papua, Kalbar, Riau, Kalimantan Utara (Kaltara), Sulut, dan Kaltim.
Editor: Vien Dimyati