Kerak Telor Betawi Laris Manis di Akhir tahun
JAKARTA, iNews.id - Pedagang kerak telor panen rezeki di penghujung akhir tahun. Sejak pagi sampai malam, lapak pedagang makanan tradisional ini tak pernah sepi dari pembeli yang rata-rata wisatawan.
Di lokasi pusat perdagangan, Taman IRTI Monas, Jakarta, beberapa pembuat 'kebab betawi' ini tampak sibuk melayani pembeli yang terus menerus berdatangan.
“Selama libur Natal sampai Tahun Baru ini, jualan meningkat drastis. Dalam sehari bisa sampai ratusan porsi. Padahal, kalau hari biasa, paling banyak 50 porsi," ujar Rahmani, pedagang kerak telor yang sudah berjualan sejak 1974, saat berbincang dengan iNews.id di kawasan Monas, Gambir, Minggu (31/12/2017).
Begitu juga dengan H Maseli, pedagang kerak telor lainnya. Alhamdulillah, laris-manis. Kalau jualannya tiap hari laris begini, kami bisa cepat kaya nih,” ujarnya sambil tertawa.
"Untuk kerak telor menggunakan telor ayam harganya dijual Rp20 ribu/porsi, sedangkan telor bebek Rp25 ribu. Kalau ramai kaya gini, sehari saja bisa ngantongin uang sampai Rp5 jutaan," ungkap Maseli.
Rata-rata pembeli kebanyakan wisatawan luar daerah yang sedang berlibur di kawasan Monas. Paijan misalnya, wisatawan dari Semarang, Jawa Tengah, mengaku seumur hidup baru sekali ini makan kerak telor.
“Di Semarang ndak ada kerak telor, ternyata rasanya enak juga. Cuma sayang penyajiannya sangat sederhana, cuma ditaruh di atas piring plastik atau dibungkus kertas. Coba, kalau kerak telor ditaruh di atas piring yang bagus dan dilandasin daun pisang, maka kelasnya makin naik,” ujar Ayah dua orang anak ini.
Editor: Dani M Dahwilani