Konsumsi Labu saat Sahur dan Buka Puasa, Ternyata Dampaknya Bisa Sehatkan Lambung!
JAKARTA, iNews.id - Labu parang atau labu sayur sangat populer selama bulan Ramadan. Sayuran ini kerap dijadikan hidangan manis berupa kolak yang menyegarkan untuk berbuka puasa.
Namun, siapa sangka dibalik kelezatan labu parang ada manfaat penting yang harus diketahui oleh masyarakat.
Bagi yang memiliki masalah lambung dan ingin tetap sehat selama menjalankan puasa, Anda bisa menyantap labu parang. Tidak ada salahnya menjajal menu labu parang ala Dokter Zaidul Akbar.
Menurut penceramah yang juga seorang dokter, labu parang atau labu berwarna kuning pekat itu sangat baik untuk lambung. "Labu adalah salah satu makanan yang baik untuk lambung," kata dr Zaiduk Akbar dikutip dari video singkat yang dibagikan akun Twitter @resep_JSR, Rabu (12/4/2023).
Bahkan, kata dokter Zaidul Akbar, labu ini tertuang di dalam kisah Nabi Yunus saat dimakan ikan besar. "Maka ketika Nabi Yunus dikeluarkan Allah SWT dari perut ikan yang besar, Allah SWT tumbuhkan kepada Nabi Yunus sejenis pohon dari labu," kata penceramah itu.
Dokter Zaidul Akbar secara khusus memberikan resep labu untuk sehatkan lambung. Seperti apa?
"Labunya dikukus, kemudian di-mashed seperti bikin perkedel. Setelah itu tambahkan sedikit lada hitam, garam secukupnya, minyak zaitun, dan sedikit madu," katanya.
Dijelaskan dia, menu tersebut punya rasa yang enak dan cocok dimakan pagi hari atau dalam momen Ramadan, ini bisa banget dikonsumsi untuk sahur dan buka puasa.
"(Rasanya) wuenak minta ampun," kata dia.
Laman resmi Northwestern Medicine menjelaskan, labu kaya akan serat yang baik untuk lambung. Ini sekaligus membuktikan labu dapat menyehatkan lambung.
"Labu mengandung serat tinggi dan ini terbukti mendukung kesehatan pencernaan. Tak hanya itu, labu juga bisa mengatur gula darah hingga mengurangi risiko penyakit jantung," kata laporan tersebut.
Tak berhenti di situ, konsumsi labu memungkinkan seseorang kenyang lebih lama. Makanya, tidak ada salahnya konsumsi labu saat sahur untuk memastikan rasa kenyang yang lebih panjang.
Itu bisa terjadi karena labu memiliki rendah kalori dan tinggi serat. Makanan dengan kandungan seperti itu bisa dijadikan menu untuk mengurangi berat badan juga.
Kalau berani, konsumsi labu beserta bijinya. Sebab, biji labu dipercaya dapat mengurangi LDL atau minyak jahat di dalam darah, sehingga kolesterol bisa lebih terkontrol.
"Biji labu bahkan mungkin menangkal jenis kanker tertentu," tambah laporan itu.
Jadi, belum ada kata terlambat untuk memulai makan labu di saat sahur dan berbuka puasa.
Editor: Vien Dimyati