Kurangi Plastik Makanan dan Rumah Tangga Sekali Pakai lewat Gaya Hidup Guna Ulang
JAKARTA, iNews.id - Sampah plastik masih menjadi isu penting yang kerap dibahas di berbagai negara. Terutama untuk plastik sekali pakai yang dapat mencemari lingkungan.
Untuk mencapai pengurangan sampah plastik sebesar 30 persen pada 2025, Jakarta perlu memanfaatkan upaya pengurangan plastik sekali pakai.
Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI sudah memiliki peraturan pelarangan kantong plastik sejak tahun 2020. Setelah dua tahun diterapkan, kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai semakin meningkat.
Tiza Mafira selaku Executive Director, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) mengatakan, GIDKP dan Zero Waste Living Lab (ZWLL) Enviu mempersembahkan Gerakan Guna Ulang Jakarta.
Menurutnya, program ini bertujuan untuk mengurangi plastik sekali pakai dari produk sehari-hari yang masih menjadi masalah utama, seperti kemasan makanan, kemasan produk rumah tangga dan kemasan plastik dari layanan pesan-antar makanan online.
"Setelah melakukan pelarangan, pengurangan sampah plastik sekali pakai dapat diatasi dengan menerapkan sistem guna ulang yang mudah dan terjangkau," ujar Tiza melalui keterangannya dikutip Kamis (7/7/2022).
Namun sayangnya, menurut Tiza, saat ini minim akses terhadap alternatif sistem guna ulang. Hal ini menjadi salah satu hambatan terbesar untuk mengadopsi gaya hidup bebas sampah plastik. Karenanya, melalui Gerakan Guna Ulang Jakarta, dia berharap dapat mengintervensi dan mengedukasi masyarakat tentang alternatif gaya hidup guna ulang.
