Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Padat Merayap, Lalin Puncak Bogor Berlaku One Way Arah Naik
Advertisement . Scroll to see content

Libur Panjang Isra Miraj 2026, Kota Tua Jakarta Diserbu Ribuan Wisatawan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:58:00 WIB
Libur Panjang Isra Miraj 2026, Kota Tua Jakarta Diserbu Ribuan Wisatawan
Kawasan wisata sejarah Kota Tua dipadati ribuan pengunjung pada libur panjang Isra Miraj 2026/1447 Hijriah. (foto: Niko)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kawasan wisata sejarah Kota Tua, Jakarta Barat, dipadati ribuan pengunjung pada libur panjang Isra Miraj 2026/1447 Hijriah. Wisatawan lokal hingga luar daerah memanfaatkan momen long weekend untuk berlibur bersama keluarga.

Berdasarkan pantauan iNews di lokasi, arus wisatawan mulai mengalir sejak siang hari. Kepadatan terlihat dari pintu keluar Stasiun Jakarta Kota hingga sejumlah kantong parkir di sekitar Jalan Kunir yang dipenuhi pengunjung.

Cuaca terik tak menyurutkan antusiasme wisatawan menikmati suasana Kota Tua. Bangunan bersejarah seperti Museum Fatahillah menjadi magnet utama yang menarik perhatian pengunjung untuk berswafoto dan berjalan santai di area plaza.

Selain museum, aktivitas menaiki sepeda ontel masih menjadi primadona. Titik-titik foto dengan latar Museum Fatahillah dan Museum Seni Rupa dipenuhi antrean warga yang ingin mengabadikan momen liburan.

Luspi (28), wisatawan asal Bogor yang datang bersama keluarga, mengatakan Kota Tua menjadi pilihan karena biaya yang terjangkau dan akses yang mudah. Menurutnya, lokasi wisata ini cocok untuk keluarga, terutama yang membawa anak kecil.

“Iya, long weekend ya, menurut saya sih terjangkau ya, dari jarak sama tempat wisatanya juga enggak terlalu jauh gitu dari rumah. Sudah gitu untuk bawa anak sekian-sekian umur segini ya lumayan lah,” kata Luspi saat ditemui di Kota Tua Jakarta, Sabtu (17/1/2026).

Dia menuturkan, kemudahan akses menggunakan KRL Commuter Line menjadi alasan utama memilih Kota Tua sebagai destinasi liburan keluarga. “Naik kereta, sekitar satu jam lebih,” ucapnya.

Dia menyebutkan banyaknya pilihan aktivitas di Kota Tua menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari mengunjungi museum hingga bersepeda dan berburu foto estetik berlatar bangunan bersejarah.

“Paling kalau museum buka ya masuk ke museum, naik sepeda-sepeda aja gitu sih di sini, cuma foto-foto,” kata Luspi.

Sementara itu, Eva (20), wisatawan asal Kebayoran, Jakarta Selatan, mengaku tidak pernah bosan berkunjung ke Kota Tua. Menurutnya, kawasan ini selalu menawarkan sudut-sudut menarik untuk dinikmati.

“Wah, enggak, karena di sini tuh masih banyak tempat-tempat yang indah, banyak-banyak spot foto juga,” ujar Eva.

Meski demikian, dia mengeluhkan kenaikan harga makanan dan sejumlah fasilitas, seperti penyewaan sepeda, dibandingkan kunjungan sebelumnya.

“Cuma sekarang agak beda harganya, mungkin udah lama ya. Harganya mungkin nambah, yang dulu kalau enggak salah masih Rp3.000-an sekarang Rp5.000-an,” katanya.

Lonjakan jumlah wisatawan turut berdampak pada arus lalu lintas di sekitar kawasan Kota Tua yang mengalami kemacetan. Pengunjung yang hendak berwisata disarankan menggunakan transportasi umum seperti KRL Commuter Line atau TransJakarta untuk menghindari kepadatan kendaraan di akses menuju lokasi.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut