Mengenal 4 Jenis Gandum Berkualitas yang Dipakai untuk Meracik Bir

Vien Dimyati ยท Kamis, 06 Desember 2018 - 16:51 WIB
Mengenal 4 Jenis Gandum Berkualitas yang Dipakai untuk Meracik Bir

Mengenal gandum berkualitas (Foto: iNews.id/Vien)

JAKARTA, iNews.id - Bir merupakan minuman beralkohol yang dibuat dengan cara difermentasi. Meski mengandung alkohol, siapa sangka bir terbuat dari bahan baku gandum berkualitas. Lantas, apa saja jenis-jenis gandum kerap digunakan dalam pembuatan bir?

PT Bali Hai Brewery Indonesia (BHBI), salah satu perusahaan yang memproduksi bir dalam negeri memaparkan berbagai jenis gandum yang dipakai dalam pembuatan bir. Di sela memperkenalkan bir hitam varian terbarunya, yaitu Panther Black, PT Bali Hai Brewery Indonesia mengenalkan empat jenis gandum berkualitas terbaik untuk membuat bir.

"Varian terbaru Panther Black ini merupakan satu-satunya bir hitam Indonesia yang diracik dengan menggunakan empat jenis malt. Dengan begitu, Panther Black memiliki identitas kuat yang memiliki cita rasa berbeda," kata Erwin Ruffin, Marketing Manager, PT Bali Hai Brewery Indonesia, di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, dalam meracik Panther Black, BHBI menggunakan empat gandum terbaik kelas A yang didatangkan dari Eropa yaitu Chateau Chocolate, Crystal, Munich, dan Pilsen Malt. Dengan komposisi empat jenis malt ini, Panther Black memiliki sensasi rasa cokelat, karamel, toffee dan nuts.

Menurutnya, chateau chocolate malt adalah Belgian malt yang dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi yaitu 220 derajat celsius. Pemanasan ini bertujuan agar malt dapat berubah warna menjadi coklat gelap. Malt ini yang membuat warna Panther Black menjadi gelap sekaligus membawa cita rasa cokelat dan nuts.

Sedangkan crystal malt adalah gandum yang sering digunakan dalam beer brewing, dari bir pale ales hingga porters. Malt inilah yang memberikan caramel tone pada Panther Black.

Untuk jenis munich malt adalah salah satu base malt tertua dalam dunia bir, pertama kali diproduksi pada 1830an. Terakhir, jenis pilsen malt yang merupakan base malt yang warnanya sangat muda dan banyak dijumpai pada bir Jerman dan Cekoslovakia.

"Di Indonesia, bir hitam biasanya diracik dengan menggunakan dua atau tiga jenis gandum. Tetapi, kami memutuskan untuk menobrak kebiasaan hingga pada akhirnya terpilih empat jenis gandum tersebut. Ini merupakan inovasi yang dieskplor untuk mendapatkan cita rasa bir yang berbeda. Proses peracikannya cukup rumit namun tetap cocok di lidah konsumen Indonesia," kata Daniel To, Brewmaster PT Bali Hai Brewery Indonesia.

 


Editor : Vien Dimyati