Mengenal Wisata Geopark, Pariwisata Berkelanjutan Era New Normal

Vien Dimyati ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 16:50 WIB
Mengenal Wisata Geopark, Pariwisata Berkelanjutan Era New Normal

Wisata geopark era new normal (Foto : Instagram @geopark_ciletuh_sukabumi)

JAKARTA, iNews.id - Menyambut era new normal, wisatawan diprediksi menyukai wisata bernuansa alam. Salah satunya wisata geopark yang ada di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Safri Burhanudin mengungkapkan, pengembangan Geopark di Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan jenis pariwisata berbasis alam.

Menurutnya, tidak akan ada eksploitasi alam, namun yang akan didorong adalah pariwisata berkelanjutan. "Analisa para pengamat, wisatawan yang mengunjungi wisata alam cenderung bertambah akibat dampak pandemi Covid-19 ini. Berarti fasilitas dan segala sesuatunya harus kita benahi. Harapan kami, pengelola Geopark ini dapat membangun infrastruktur lebih baik lagi," kata Safri, dalam forum virtual Pengembangan Geopark, Kamis (18/06/2020).

Menurut Safri, geopark artinya bukan hanya membangun, tetapi kelestarian alam yang mutlak. Pariwisata yang berkelanjutan, bukan pariwisata yang mengeksploitasi, ada strateginya. "Semisal jumlah berapa orang wisatawan yang boleh masuk itu diatur,” kata dia.

Safri melanjutkan, dalam pariwisata Geopark, aspek pelestarian alam adalah yang utama dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.

“Artinya alamnya tidak terganggu, budayanya tidak terganggu dan segala isinya tidak terganggu. Kalau misalkan di kemudian hari hal-hal tersebut terganggu, maka kami nyatakan pariwisata itu gagal," katanya.

Sementara itu, Plt Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Kosmas Harefa menjelaskan, Kemenko Marves sedang mengawal berbagai ketentuan terkait Geopark di Indonesia.

"Apa yang kami lakukan sekarang adalah tetap memberikan dukungan kepada pengembangan Geopark Indonesia ke depan. Geopark ini sangat luar biasa kontribusinya terhadap perekonomian kita, demikian juga untuk kontribusi terhadap sektor pariwisata yang sekitar 35 persen," Kosmas.

Dia mengatakan, Kemenko Marves juga terus melakukan rapat-rapat intensif lintas kementerian/lembaga, dalam rangka penyiapan seluruh destinasi wisata menjelang era new normal.

“Termasuk di dalamnya penyiapan destinasi berbentuk alam dan satu di antaranya adalah Geopark,” ujarnya.

Seperti diketahui, Indonesia adalah rumah bagi wisata alam, dan menjadi tuan rumah bagi beberapa Geopark yang diresmikan oleh UNESCO. Kebanyakan geopark ini dipenuhi oleh wisatawan.

Geopark atau Geological Park adalah wilayah dengan unsur geologi yang sangat kaya, di mana semua pihak wajib menjaga, menggunakan, dan mengembangkan semua warisan alam yang terkandung di dalamnya termasuk nilai-nilai dalam ekologi, arkeologi, sosiologi, dan termasuk seni dan budaya.

Indonesia memiliki sekitar 15 Geopark yang sangat menakjubkan dan tujuh di antaranya adalah, Gunung Rinjani NTB, Danau Toba Sumatera Utara, Gunung Batur Bali, Ciletuh Pelabuhanratu di Jawa Barat, Merangin di Jambi, Gunung Sewu di Yogyakarta, dan Banyuwangi Geopark di Jawa Timur.

Editor : Vien Dimyati